October 29, 2007

The Bartimaeus Trilogy #2: The Golem’s Eye

Posted in Buku at 3:18 am by anda07

bartimaeus_2.jpg

The Bartimaeus Trilogy #2 : The Golem’s Eye

Oleh Jonathan Stroud
Dialih bahasakan oleh Poppy Damayanti Chusfani
Editor Dini Pandia
Berisi 616 halaman

Kayaknya, untuk buku 2 ini aku bercerita lebih panjang dari yang sebelumnya.. Lagi mau banyak omong nih… Hati-hati Spoiler…….

Seperti buku 1, tokoh utama dalam buku ini adalah Nathaniel dan Bartimaeus. Namun juga lebih diceritakan tentang Kitty, anggota kelompok Resistance.

Setelah insiden Amulet Samarkand, Nathaniel mempunyai master yang baru yaitu Ms. Jessica Whitwell-menteri pertahanan-, penyihir separo baya dengan rambut putih berpotongan pendek sekali dengan tubuh amat kurus yg nyaris seperti tengkorak. Nathaniel-yang dikenal dengan nama John Mandrake-sekarang berumur 14 tahun, lebih 2 tahun setelah pemberontakan Simon Lovelace-lebih kekar, tapi tetap langsing, rambutnya dibiarkan panjang dan berantakan di seputar wajahnya dengan wajah yang tirus dan pucat namun matanya bersinar tajam dan terang. Sekarang dia bekerja di Departemen Urusan Dalam Negeri dibawah pimpinan Mr. Julius Tallow, pria pendek gempal dengan sikap dan temperamen yang meledak-ledak, dan yang paling dikenal adalah karena kulitnya yang aneh berwarna kuning terang-yang menjadi bahan ledekan Bartimaeus. Peningkatan karier diperolehnya dengan cepat yang membuat banyak penyihir baik dari tingkat bawah sampai dengan tingkat atas iri atau pun tidak suka kepadanya. Mr. Tallow meminta Nathaniel untuk mengejar kelompok rahasia yang dikenal sebagai resistance.

Kegiatan kelompok resistance ini adalah mencuri artefak-artefak magis dari para penyihir yang kemudian dipergunakan untuk penyerangan tidak beraturan terhadap orang-orang dan properti pemerintah. Dari kelompok resistance ini, Nathaniel hanya tahu 3 orang yang terlibat diantaranya yaitu Kitty, Fred dan Stanley, yang diketahuinya karena mereka mencuri cermin pengintainya (ceritanya ada di buku satu… kalo lupa, baca lagi deh ya.. 🙂 ). Selebihnya, Nathaniel tidak tahu apa-apa. Karena itu, strategi yang dijalankan Nathaniel antara lain :

  • Pertama; mengirimkan agen-agen dewasa untuk menyamar agar diterima para commoner dan selanjutnya menawarkan benda-benda magis pada mereka-dengan mengharapkan dapat membuka kedok kelompok tersebut-tapi strategi ini GAGAL.
  • Selanjutnya; memerintahkan dua sosok foliot menyamar sebagai anak yatim piatu terlantar dengan harapan kelopmok itu merekrut mereka sebagai anggotanya. Namun, lagi-lagi GAGAL.

Malam Founder’s Day-Hari Ulang Tahun Gladstone (oh ya, aku belum ada menceritakan siapa Gladstone ya… Ntar deh kuceritakan dibelakang..)-di Picadilly kacau balau, terjadi penghancuran toko-toko dengan sebelumnya masuk melalui dinding beton (karena ga muat lewat pintu masuk, kekecilan pintunya kurasa hehehe…), termasuk toko Mr. Pinn-salah seorang kaki tangan Lovelace-yang selain menghancurkan semua benda di toko tersebut juga menyebabkan Simpkindemon-menghilang. Menurut Nathaniel, pengrusakan dengan menghancurkan benda kecil hingga ke beton ini tidak dilakukan oleh kelompok resistance seperti yang disangka para menteri-menteri lain.
Menghadapi hal ini, Nathaniel berpikir untuk memanggil demon sebagai pelayannya. Awalnya, dia memanggil goblin-imp tetapi demon ini memiliki kebiasaan meringis tak tertahankan, akhirnya dienyahkannya. Next, foliot, tapi makhluk ini culas, berusaha memutarbalikkan setiap perintah Nathaniel demi keuntungannya, dienyahkan dengan meledakkannya dengan mantra getaran. Next, jin yang bernama Castor, memiliki temperamen yang mudah meledak, lagi-lagi jin ini membuat terjadinya perkelahian dengan para imp pada perjamuan sosial yang dihadirinya. Selanjutnya tidak ada lagi yang cocok baginya. Ia bertekad untuk tidak memanggil Bartimaeus lagi tapi karena tekanan dari para atasannya yang mengharuskan bekerja cepat & tak ada demon lain yang bisa diperolehnya, akhirnya dia memanggil Bartimaeus.

Dengan penampakan sebagai gelembung transparan besar dengan semburat warna mutiara, berbau lembut kayu beraroma menguar diiringi sayup-sayup musik harpa dan biola dengan didalam gelembung duduk seorang wanita cantik berkacamata bundar (sambil dibayangin donk…..), Bartimaeus berharap dapat menimbulkan kekaguman bagi yang memanggilnya. Tapi menjadi kekecewaannya yang teramat sangat karena yang memanggil adalah Nathaniel. Bisa ditebak-kalau kalian dah baca buku satunya-Bartimaeus langsung ngomel-ngomel tajam dan menghina membabi buta dengan gaya bicara nya sendiri. Dengan susah payah, Nathaniel membujuknya. Dan akhirnya disepakati masa kerja Bartimaeus untuk Nathaniel hanya 6 minggu.

Bartimaeus ditugasi untuk mencari tahu penyebab dari kehancuran di Picadilly. Dia berpatroli-bersama dengan para jin dan foliot-untuk melihat kemungkinan adanya penghancuran lagi, dan dimalam ke empat dia kehilangan teman patrolinya yang juga teman lamanya, Queezle. Dia mengikuti jejak penghancur temannya sampai ke British Museum, tempat banyak benda bersejarah berada. Namun yang dilihat oleh Bartimaeus hanyalah kegelapan yang tidak dapat ditembus oleh penglihatannya baik dari plane 1 sampai 7. Dan setelah sempat berkelahi-tepatnya melempar-lemparkan benda karena dia tak dapat mendekati makhluk itu-, yang akhirnya disadari Bartimaeus kalau makhluk itu adalah Golem.

Golem adalah raksasa dari tanah liat, sekeras batu granit, tidak mempan serangan, dengan kekuatan yang dapat meruntuhkan dinding, menyelubungi diri dengan kegelapan dan menebarkan bau tanah disekitarnya. Sentuhannya dapat menimbulkan kematian bagi makhluk udara dan api. Golem merupakan makhluk magis namun berlawanan dengan sihir jin. Golem ini dibuat dari tanah liat dan dihidupkan dengan memasukkan secarik perkamen bertuliskan mantra pada mulut nya agar bisa bergerak. Pada dahinya diletakkan mata yang dibuat dari tanah liat khusus dengan mantra lain, yang mana mata ini dapat dipergunakan berkali-kali, untuk membantu memfokuskan kekuatannya dan juga berfungsi sebagai mata pengintai bagi si penyihir yang mana penyihir dapat mengendalikannya dengan bola kristal biasa.

Ternyata, mata golem tersebut sebelumnya ditemukan di rumah Simon Lovelace dan disimpan di lemari penyimpanan Departemen Pertahanan. Namun setelah dicek, mata golem tersebut menghilang. Jadilah Nathaniel mendapati 1 tugas tambahan lain. Selain mengungkap kelompok resistance, juga mencari keberadaan penyihir yang mengendalikan golem ini. Inilah yang membuatnya pergi ke Praha untuk mencari informasi tentang hal ini. Bagaimana dan apa yang dilakukan dan didapat Nathaniel di Praha, kalian baca sendiri aja yah…. Ntar ga seru lagi kalau kuceritain disini.

Kembali ke Kelompok Resistance. Kelompok ini ternyata merupakan kumpulan dari para commoner yang mempunyai kemampuan-kemampuan yang bermacam-macam dan memiliki pengalaman/cerita yang tidak menyenangkan terhadap para penyihir. Yah bisa dibilang mereka kebanyakan merasa dendam terhadap para penyihir. Pemimpin kelompok ini dan yang merekrut anggota nya satu demi satu yaitu Mr. Pennyfeather.
Sedikit tentang para anggota kelompok resistance ini.

  1. Mr. Pennyfeather; pimpinan kelompok. 30 tahun sebelumnya mempunyai seorang istri yang cantik dan pintar masak. Istrinya ini disukai oleh seorang penyihir namun ditolaknya mentah-mentah sambil mentertawakannya. Hal ini ternyata membuat penyihir tersebut membunuh nya. Beberapa minggu kemudian, Mr. Pennyfeather ini akhirnya menemukan penyihir tersebut dan dapat membunuhnya disuatu tempat yang sepi. Sebelum meninggal penyihir tersebut memanggil 3 demon namun serangan demon-demon itu gagal. Inilah bukti bahwa dia dapat menolak sihir.
  2. Anne; wanita periang berusia 40 tahun, telah bergabung dengannya selama hampir 15 tahun.
  3. Gladys; berusia 20 tahunan, selamat dari tembakan meleset dua penyihir saat ia masih kecil
  4. Nicholas; pemuda pemurung yang kekar.
  5. Stanley; berusia 13 tahun
  6. Kathleen Jones(Kitty); berusia 13 tahun. Pernah menghadapi serangan pasak hitam-yang diberikan oleh Mr. Tallow-bersama dengan teman sepermainannya Jakob Hyrnek. Kitty tidak menderita luka sedikitpun-hanya pingsan-atas serangan tersebut sedangkan Jakob menderita luka-luka dari pangkal leher sampai garis rambutnya ternoda dengan garis kasar bergelombang hitam dan kelabu, warna abu dan kayu terbakar dan mata yang tidak dapat melihat… walau selanjutnya akhirnya matanya sembuh.
  7. Frederick (Fred); berumur tidak lebih dari 18 tahun.. Pinter menggunakan senjata, bisa melihat demon atau sejenisnya
  8. Anggota lain; Eva dan Martin

Selain beberapa orang diatas, ada tambahan lain yaitu Mr. Hopkins. Seseorang yang bekerja di perpustakaan dan mampu membaca buku dengan beberapa bahasa. Seseorang dengan tampang yang sangat tenang. Dan ada juga seorang informan yang tidak diketahui namanya dan masih menjadi misteri yang merupakan orang dibelakang layar terhadap pencurian di makam Gladstone yang berujung pada kematian 10 orang anggota resistance dan bebasnya afritHonorius-pelayan setia Gladstone yang terikat selamanya ditulang belulangnya dengan tugas utama menjaga semua benda milik Gladstone yang ada didalam sarkofagusnya dan membunuh semua yang berniat mencurinya.

Bagaimana cara pencurian makam Gladstone?
Apa saja yang dilakukan oleh Honorius dalam aksi pembunuhannya terhadap pencuri makam?
Siapa penyihir yang membuat dan mengendalikan golem?
Siapa yang melumpuhkan golem? Nathaniel kah? Bartimaeus? Atau malah orang lain??
Sebaiknya kalian baca sendiri dibukunya… Pasti akan lebih menyenangkan daripada membaca ceritaku yang kadang-kadang agak ga nyambung gini hehehe..

Oh ya, tentang Gladstone….
Gladstone adalah seorang penyihir besar-dengan tongkat yang berkekuatan tinggi-yang pada tahun 1868 menghancurkan Praha dengan kekuatannya yang besar, dengan pengerahan marid, afrit, jin, horla, imp, foliot serta demon kuat lainnya, selain pasukan Inggris lainnya tentu saja. Memberi kemenangan telak bagi Inggris, karena itulah Gladstone dianggap sebagai pahlawan besar bagi Kerajaan Inggris, dengan patungnya ada dimana-mana… Dalam peperangan itu, ikut juga dipihak Praha, Bartimaeus dan Queezle, sebagai pendamping kaisar Praha dalam usaha pelariannya.

 

Tentang idolaku di buku 2 ini, bukan Bartimaeus, tapi lebih kepada Honorius… Dia lebih gila, lebih aneh, punky banget.. Ga kebayang deh melihat tengkorak pake baju, sepatu dan topi, meloncat-loncat diatas gedung sambil menari-nari… Keren banget deh… 🙂

Begitulah……………

October 22, 2007

The Bartimaeus Trilogy #1: The Amulet of Samarkand

Posted in Buku at 12:47 am by anda07

cover-_1.jpg

The Bartimaeus Trilogy #1 : The Amulet of Samarkand

By Jonathan Stroud
Di alih bahasakan oleh Poppy Damayanti Chusfani
Editor Indah S. Pratidina
Berisi 511 halaman

Dalam buku ini pada intinya menceritakan tentang tokoh Bartimaeus dan Nathaniel. Disini menceritakan tentang penyihir yang memiliki kekuatan dari para demon, yang bila tanpa demon-demon itu maka para penyihir itu tidak ada apa-apanya, mereka cuma punya kemampuan memanggil demon-demon itu dengan media pentacle, lilin dan dupa + mantera (berbeda dengan kisah tentang “Harry Potter” yang bener-bener bisa sihir”). Senangnya aku baca buku ini karena saat Bartimaeus bercerita tentang sesuatu, akan ada komentar yang dituliskan dibagian bawah halaman-catatan kaki-dengan font yang lebih kecil sebagai ungkapan lain dari apa yang diceritakan sebelumnya. Seakan-akan merupakan ungkapan hati Bartimaeus dari apa yang diucapkannya. Yah… semacam penyangkalan atau penjelasan dari kalimat sebelumnya atau penyombongan dirinya.. Keren banget…. **kayak aku lah kalau bercerita, pasti nambah-nambah 😀 **

Nathaniel adalah seorang bocah-laki-laki-yang terpilih menjadi penyihir yang pada umur 5 tahun dijualserahkan oleh orang tuanya-seperti calon murid penyihir lainnya-ke Kementerian Tenaga Kerja dan kemudian diserahkan pada Arthur Underwood-sebagai master-untuk tinggal dan dididik menjadi penyihir. Untuk menjadi penyihir, identitas nya harus dihilangkan sampai-sampai nama lahirnya pun tidak boleh diberitahukan kepada orang lain (demi alasan keamanan, karena nama lahir berhubungan dengan sifat dasar dan tabiat mereka dan bila para demon mengetahui nama lahir ini maka demon bisa menguasai dan dapat menolak/mengembalikan keinginan penyihir) untuk selanjutnya diberi nama resmi setelah dianggap cukup umur untuk menyandang nama barunya. Dia dididik segala macam ilmu mulai dari matematika dasar, bahasa, geografi, sejarah, politik, musik, menggambar dan lain-lain sampe dengan ilmu tentang sihir itu sendiri. Namun karena rasa ingin taunya yang besar, dia menghabiskan waktunya hanya untuk membaca sehingga sebelum berumur 12 tahun-umur yang dianggap siap untuk memanggil demon-dia malah telah memanggil imp dan juga jin, Bartimaeus.
Inilah jeleknya dari Nathaniel, dia mempunyai sifat yang kurang bersahabat, terlalu merendahkan kemampuan masternya, kurang berpikir panjang, ga sabaran/gegabah, cengeng.. (yang pasti bisa bikin gregetan-kesel-klo baca)

Bartimaeus adalah demon yang berusia 5000 an tahun. Perlu diketahui, tingkatan demon antara lain-dari tingkatan tinggi-marid, afrit, jin, foliot,imp (ada yang lebih kuat dari marid namun ada juga yg lebih lemah dari imp). Bartimaeus merupakan jin yang bersifat agak sombong + banyak gaya tapi gaul… dilihat cara ngomongnya sie… ceria, sok tau dan suka jahil.. Dan mungkin bisa jadi menyebalkan bagi penyihir yang memanggilnya karena banyak omongnya itu. Tapi sesuai aja sih omongannya karena pengalaman nya yang sudah beribu-ribu tahun itu.

Aksi dari Nathaniel adalah memanggil Bartimaeus untuk mencuri Amulet Samarkand –jimat ampuh- yang ternyata berada di rumah Simon Lovelace yang merupakan seorang master penyihir. Saat memerintahkan ini, Nathaniel berumur 12 tahun namun belum memiliki nama resmi.

Amulet adalah jimat pelindung; benda yang menghalau -mengisap atau memantulkan- sihir/kekuatan jahat. Dibuat oleh seorang Shaman. Tidak dapat secara aktif dikontrol oleh pemiliknya. Amulet Samarkand ini dapat melindungi pemakainya, menyerap semua kekuatan sihir atau kekuatan demon yang menyerang si pemakai.

Aku sempat berpikir kenapa Nathaniel menyuruh Bartimaeus mencuri Amulet Samarkand dari Simon Lovalece padahal pengetahuan tentang Amulet ini sedikit…. Ternyata hal ini dilakukan sebagai tindakan balas dendam kepada Simon Lovalece karena Simon pernah mempermalukannya disaat pertemuan pertama mereka -Nathaniel berumur sepuluh tahun-dan sialnya masternya tidak membelanya tapi malah menghukumnya dan memecat guru kesayangannya, Ms. Lutyens. Terus kenapa dia tahu Amulet Samarkand ini ada pada Simon Lovalece?? Hal ini dia ketahui dari hasil pengintaian imp yang ditangkap ato dikurung oleh Nathaniel dalam suatu piringan yang dibuatnya sendiri. Dan terlihat disana kalau Simon membayar seseorang dengan jubah hitam-berdarah sepertinya-yang membawa Amulet ini-tepatnya mencurinya-dan Simon membayarnya.
Dengan melihat ini menambah keyakinan Nathaniel untuk mempermalukan Simon sebagai langkah balas dendamnya. Sampai akhirnya dia merasa siap untuk mencari pelayan nya dan terpilihlah Bartimaues.

Dia menyuruh Bartimaeus mencuri amulet samarkand yang selanjutnya diketahui kalau amulet ini dicuri dari pemerintah yang dijaga oleh Mr. Beecham, yang meninggal secara mengenaskan. Namun, pencurian amulet ini malah membawanya kemasalah yang lebih besar yang melibatkan masternya -Arthur Underwood dan istrinya, Marta- yang berujung pada kematian masternya tersebut. Dan juga membawanya kedalam rencana jahat Simon Lovelace dalam perebutan tahta Perdana Menteri London, Rupert Devereaux.

Tentang Simon Lovelace, merupakan seorang penyihir yang ambisius, dengan master bernama Maurice Schyler, kaya dengan rumah besar yang dilindungi oleh jaringan pertahanan- yang melindungi rumah bagai kubah-, tiga sentry-penjaga gaib-, imp, jin, dan berbagai proteksi sihir lainnya.

Ada juga sedikit diceritakan tentang Kitty dan teman-temannya, commoner -manusia biasa, bukan penyihir yang bisa melihat atau mengetahui keberadaan dari para demon dan sihir- yang oleh para penyihir disebut dengan kelompok resistance. Kelompok ini mencuri artefak-artefak/benda sihir yang maksudnya belum jelas diketahui.
Bagaimana trik-trik yang terjadi dan bagaimana cara Bartimaeus membantu dan menyelamatkan Nathaniel dapat dibaca langsung dari bukunya dan kujamin ga akan kecewa….
Juga bagi yang suka membaca sambil menghayalkan kejadian dari cerita yang dibaca, fantasinya pasti akan jalan deh… **kayak aku gitu hehehe…. lagi-lagi… 😀 ** Sipppp banget 🙂

October 9, 2007

A Death In Vienna

Posted in Buku tagged at 1:47 am by anda07

death-in-vienna.jpgA Death in Vienna

Diterjemahkan dari judul asli Mortal Mischief karya Frank Tallis.
Penerjemah Esti A. Budihabsari
Diterbitkan oleh penerbit Qanita

Review dari buku ini sudah diceritakan oleh mba-ku. Jadi disini aku ga mereview banyak-banyak lagi 🙂
Biasanya aku cuma bisa membaca dan lalu mendiskusikan ama temenku. Kali ini aku mau mencoba menulis apa yang kami diskusikan.

Menurut ku, buku ini merupakan cerita kriminal dengan balutan misteri. Dilihat dari kata-katanya, kadang aku agak bingung dengan bahasanya… tapi walaupun begitu aku masih bisa membacanya dengan cepat 😀 (maksudnya…. 😕 )
Cerita pendek dengan alur maju mundur di tiap bab dengan berbeda tokoh dan cerita. Terus terang dengan model cerita ini, aku jadi bingung sendiri dan terpaksa harus membolak balik lagi halaman di depannya untuk lebih dapat mendalami tokoh yang dikisahkan, namun ini juga membuatku jadi penasaran untuk mendapatkan kisah yang lebih seru dari bab-bab itu.
(bener ga sih bilang nya bab??? Sorry… ga ngerti namanya apa, maksudnya di judul baru itu lah… hehehe)

Sekarang membahas tentang tokoh-tokohnya…. (menurut versi aku aja ya… agak spoiler juga sie hehehehe )
Maxim Lieberman.. Seorang dokter, psikiater tepatnya… Sangat mengagumi musik klasik.. -Orchestra…- yang lumayan kritis menurutku, hebat… dengan ketajaman pemikirannya. Dan sepertinya, dalam hidupnya, ilmu tentang psikologi selalu dia terapkan dalam kehidupannya. Hanya dengan memperhatikan Inspektur Oscar Rheinhardt dalam menyanyikan lagu, dia tau yang dipikirkan oleh inspektur itu yaitu tentang pembunuhan Charlotte Löwenstein. Hebat kan……. Tapi agak bodoh juga sie, ga berpikir panjang, bayangin deh.. dia berani-beraninya mencoba membuat pelaku pembunuhan –yang gede, kuat & kekar, Hans Bruckmüller– mengaku di tempat yang tinggi banget, di Riesenrad… (semacam kereta gantung… bener ga pemahamanku???) yang bagaimanapun pembunuh itu bertenaga yang mengerikan juga melihat cara dia membunuh Karl Uberhorst. Jadi geleng-geleng kepala….

Sempat berpikir, apa bener sih dia ga baca koran tentang pembunuhan itu???

Inspektur Oscar Rheinhardt, seorang polisi yang setia dan begitu sayang ama keluarga. Tidak egois dengan mau mendengarkan masukan yang diberikan orang lain… Fleksibel juga… dibandingkan dengan Victor Van Bulow, seorang polisi yang sombong –yang katanya keturunan bangsawan- dengan selalu mengikuti protokol dan prosedur. Dan untuk mencari tersangka hampir sama dengan ”petugas” jaman sekarang yaitu menangkap tersangka terus memaksanya untuk mengaku, padahal kan belom tentu dia nya salah. Bisa aja mengakunya karena terpaksa.. Dipukuli……

Lanjut…
Amalia Lydgate, seorang gadis yang dilecehkan oleh Pendeta Schelling, tempat dia menginap & sebagai pengasuh anak-anak pendeta tersebut. Pendeta Schelling sepertinya ada ”kelainan” juga, karena setiap pembantunya ga bertahan lama disana dan selalu berhenti dengan alasan yang ga jelas. Kasihan istrinya…. Lah kok ngomongin Pendeta Schelling sie… kembali ke Amalia Lydgate.
Aku termasuk orang yang agak bertanya-tanya tentang Miss Lydgate ini. Dia kok pinter banget… Apa ga berlebihan tuh… Dia bisa menduga masalah pembunuhan yang terjadi -hanya dari mendengarkan cerita dokter Liebermann- berasal dari kunci. Setelahnya, dia bisa menganalisa kunci itu dibuka dengan menggunakan alat hanya dengan melihat pola yang dia lihat menggunakan mikroskop yang sebelumnya dia gunakan untuk melihat darah.. Emang bisa yah… Wah, aku harus belajar nih cara yang begini 🙂
Dia juga tau bahwa peluru yang ditembakkan bukan peluru biasa tapi ada 2 kemungkinan, yaitu pertama dengan proyektil es-air biasa yang dibekukan dalam selongsong peluru, bisa dimasukkan dalam sebuah revolver dan digunakan sebagai amunisi-, kedua dengan peluru yang terbuat dari tulang dan daging yang dimampatkan yang bila ditembakkan akan pecah dengan sendirinya.
Yah, mungkin pengetahuan ini dia dapet dari hasil membaca makalah tentang kalkulus lintasan peluru dan berkonsultasi dengan pembuat makalah, Profesor Holz. Tapi dari pengetahuan mana dia bisa mengetahui kemungkinan peluru-peluru itu yah????

Selain masalah pembunuhan, diceritakan juga masalah percintaan antara Maxim Libermann dengan Clara, yang mana sepertinya Maxim Libermann membandingkan Clara yang masih seperti anak-anak, suka ngegosip dan banyak ngomong dengan Miss Lydgate yang pendiem, smart dan punya kecantikan alami. Tapi menurutku, awal dokter Libermann menyukai Miss Lydgate adalah saat sosok Katherine keluar dari Miss Lydgate saat dia terhipnotis… Cara jalan & cara Katherine membetulkan pakaiannya sepertinya memancing perasaan yang lain dari dokter Libermann ini. Juga cerita tentang Sabina Rupius dengan Stefan Kanner, cerita tentang kesukaan seorang suster terhadap dokter nya, cerita seperti ini di dunia nyata banyak deh kayaknya 🙂 Mungkin pengalaman dari penulisnya atau cerita dari pasien-pasien nya.

Ada juga tentang teori-teori Profesor Wolfgang Gruner yang menggunakan elektroterapi untuk pengobatan histeria tanpa disertai dengan pendekatan psikologis yang mana kadang terlalu memaksakan pengobatan itu dengan menaikkan setrumnya…. menyakitkan banget… seperti yang dicobakannya pada Signora Locatelli, istri diplomat Italia, yang akhirnya bunuh diri karena ga kuat menahan pengobatan itu.
Mungkin kalau dokter Libermann dan Profesor Gruner ini bekerja sama maka pasien-pasien histeria itu bisa cepat sembuh.. mungkin……

Hmmm.. cerita lengkap tentang tokoh yang lain seperti Karl Uberhorst -si tukang kunci-, Natalie Heck -si penjahit-, Otto Braun, Heinrich Hölderin, Juno Hölderin, Hans Bruckmüller, Cosima Van Roth, Zoltán Záborszky dan yang lainnya dibaca sendiri aja deh ya…

Kebanyakan ga ya aku ngebahasnya….. 😕 Ya sudahlah…. yang terjadi-terjadilah… 😀