December 27, 2007

Novel Agatha Christie

Posted in Buku at 2:04 am by anda07

Akhir-akhir ini aku baca buku yang lumayan lama terbitannya.. Buku-buku detektif‚Ķ Selama liburan beberapa hari, aku dapat baca 1 buku 1 hari.. lumayan lah ūüôā Kali ini aku punya stok 5 buku.. Kuceritakan mulai dari Agatha Christie yah‚Ķ

setelah-pemakaman.jpgSetelah Pemakaman
Oleh Agatha Christie
Dialih bahasakan oleh Mareta
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama tahun 1978
Berisi 301 halaman

Cerita tentang suatu keluarga terhormat yang mana kakak tertua nya yang juga bertindak sebagai pengganti ayahnya-Richard Abernethie-meninggal dalam tidurnya.. Memang dia dah tua,, sakit-sakitan… apalagi setelah ditinggal meninggal mendadak oleh anak semata wayangnya.. penyakit nya semakin bertambah buruk. Diakhir-akhir usianya,, dia ingin mewariskan perusahaannya pada keluarganya yang lain, tetapi menurutnya tidak ada yang sesuai.. Adik-adik kandungnya yang masih hidup adalah Timothy Abernethie yang juga sakit-sakitan namun diyakini sebenarnya dia bisa/mampu untuk lebih kuat daripada keluhannya sendiri, hidup dengan istri yang sangat mencintainya dan malah memperlakukannya seperti menjaga anaknya sendiri, Maude; Cora Abernethie yang seorang pelukis yang gagal, hidup seorang diri setelah suaminya-yang tidak disetujui pernikahannya-meninggal ditemani oleh seorang pembantu-Nn. Gilchrist-yang terobsesi untuk membangun warung teh dan juga bisa melukis;
Juga diceritakan tentang keluarganya yang lain seperti iparnya Helen, istri dari Leo Abernethie; keponakannya Rosamund dan suaminya Michael Shane, Susan dan suaminya Gregory Banks, George…
Kematian Richard Abernethie ini diduga oleh pengacara keluarga sebagai kematian yang kurang wajar, sesuai dengan kata-kata Cora saat pembagian warisan. Sehari sesudah pembagian warisan ini, Cora ditemukan dalam keadaan meninggal dengan cara di kapak beberapa kali…. Kejammm….

Pengacara keluarga ini menghubungi seorang detektif terkenal yang sebenarnya dah pensiun, Hercule Poirot… Seorang berkebangsaan Belgia yang tinggal di Perancis.. Dan sebenarnya, Detektif inilah yang berperan dalam cerita ini…

Tadinya aku berpikir, dan menerka-nerka kalau penyebab kematian ini adalah adanya perebutan warisan.. karena diawal-awal kisah diceritakan secara rinci tentang masing-masing tokoh yang sepertinya semuanya dalam kondisi kekurangan sehingga berpotensi untuk melakukan pembunuhan…
Tapi ternyata pembunuhan ini dilakukan oleh pembantu dari Cora. Kok bisa??? Itulah yang aku salut dengan Agatha Christie… Dia pinter memutar-mutar cerita seakan-akan akhirnya bukan disitu tapi ternyata disitu.. Nah lho…

Namun jangan salah, kematian Richard Abernethie ga ada hubungannya dengan pembantu ini. Pembantu ini mulai berperan saat pembagian warisan dengan menebar issue tentang kematian yang dibunuh.. Padahal yang dia bunuh adalah Cora… Motifnya??? Untuk mengambil lukisan Cora yang seharga 5000 pound untuk modal membuat warung teh. Bener-bener pembunuhan dengan motif yang terlalu biasa…. Kasihan banget tuh orang yaaa…

Oke deh.. selanjutnya ke buku yang kedua..

kubur-berkubah.jpgKubur Berkubah
Oleh Agatha Christie
Dialih bahasakan oleh Mareta
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama tahun 1984
Berisi 286 halaman

Buku ini sebenarnya yang kubaca duluan sebelum Setelah Kematian.. Dari judul, aku dah berpikir, apa hubungannya dengan Kubur Berkubah ini???? Sepintas disinggung tentang bangunan berkubah yang dibangun asal ajah hanya karena keinginan istri si pemilik rumah yang baru.

Kuceritakan dari awal deh ya…
Seorang penulis novel detektif terkenal, Ariadne Oliver, menelpon Hercule Poirot untuk datang ke Devon dengan alas an ada sesuatu yang membuatnya curiga terjadi di Devon. Ternyata disana, si punya rumah- Sir George Stubbs dan Lady Hattie Stubbs– mengadakan suatu acara permainan pelacakan pembunuhan dengan pembuat cerita adalah si penulis novel. Permainan ini dilakukan dilingkungan rumah dengan nantinya diharapkan yang ikut permainan akan menemukan korban yang meninggal.. ya tentu saja harusnya pura-pura meninggal.. tetapi ternyata,, korban benar-benar meninggal. Kenapa??? Itulah yang diungkap oleh Hercule Poirot.

Di kedua buku ini diceritakan cara Hercule Poirot menangani kasusnya adalah dengan banyak bicara, bertanya dan bercerita pada semua orang yang ada disaat-saat pembunuhan… Dari pembicaraan-pembicaraan orang-orang ini dia akhirnya bisa mengungkapkan siapa, bagaimana dan kenapa-dari ujung pangkal sampai akhir-terjadi pembunuhan itu. Dan untuk kali ini, aku benar menebak kalau pembunuhan ini ada hubungannya dengan bangunan berkubah.

Emang siapa yang dikubur dibangunan berkubah?? Korban pura-pura itu?? Bukan Lady Hattie Stubbs lah yang dikuburkan disitu. Nah‚Ķ aneh kan‚Ķ Aku juga bingung karena pengungkapan adanya pembunuhan ini agak menyimpang dari cerita awal, walau si pembunuh adalah sama, yaitu Sir George Stubbs. Motifnya adalah (1) untuk mengambil harta kekayaan Hattie ‚Äďyang mana Hattie ini adalah cewe yang kurang pinter alias idiot- (2) setelah kekayaan didapat, Hattie dibunuh karena dia ingin memunculkan istri nya yang sebenarnya dah dia punya sebelum menikah dengan Hattie (3) membunuh Marlene-si gadis korban permainan pelacakan pembunuhan-karena Marlene memerasnya karena tau sesuatu tentang pembunuhan Hattie..
Cerita lengkap, baca sendiri hehehe..

Begitulah cerita-cerita detektif ini… Jujur, aku bingung kalau harus diminta menceritakannya… **emang siapa yang minta anna menceritakan???? Tau deh hehehehe**

Jadi teman-teman,, sebaiknya kalo ada cerita-cerita Agatha Christie, sebaiknya kalian baca sendiri deh ya‚Ķ lebih mudah memahami sendiri daripada mendengarkan ceritaku‚Ķ Makin bingung‚Ķ. ūüėÄ

December 19, 2007

Skandal Hadiah Nobel

Posted in Buku at 1:01 am by anda07

the-prize.jpgSkandal Hadiah Nobel
Oleh Irving Wallace
Dialih bahasakan dari judul asli The Prize oleh John Marto, Rina Buntaran Sutanty Lesmana
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Berisi 1126 halaman

Wah.. buku yang tebal sekali kan????? Buku ini mempunyai fungsi ganda.. Kalau mataku dah lelah baca,, buku ini bisa jadi bantalku … untung aku ga ileran hihihi… Menurut mba yang punya nih buku,, untuk kali ini terjadi penurunan kualitas dalam kemampuanku membaca… Selesainya lama banget… tapi sesuai lah dengan tebel buku nya juga kan..
Sebenarnya novel ini diterbitkan tahun 1997, aku telat baru baca sekarang‚Ķ **maklum lah baru ada yang minjemin sekarang ūüėÄ **

Novel ini adalah merupakan karya fiksi (rinciiiiiii banget isinya sesuai deh dengan tebelnya..) namun semua latar belakang yang digambarkan seperti pemandangannya, sejarah hadiah penganugerahan Nobel, prosedur dan metode nominasi serta pengambilan suara, permainan politik dalam pemilihan pemenang nobelnya adalah benar. Pembuatan novel ini oleh Irving Wallace dilakukan dalam kurun waktu 15 tahun dari tahun 1946 ‚Äď 1960. Bayangkan deh‚Ķ.. bener-bener suatu novel yang dibuat dengan penuh penelitian jiwa dan raga‚Ķ **Apa ga bosen yah dia dalam 15 tahun berkutat mengumpulkan bahan yang itu-itu ajah‚Ķ. Ga ngerti deh pemikiran para pengarang ini‚Ķ ****

Secara umum novel ini bercerita tentang enam orang yang mendapat telegram pemberitahuan sebagai pemenang Hadiah Nobel di awal tahun 1960-an. Mereka adalah pria dan wanita yang hanya memiliki satu persamaan, seperti tertulis dalam pengumuman kemenangan mereka :‚ÄĚTelah melakukan penelitian yang bermanfaat bagi umat manusia‚ÄĚ. Mereka adalah Dr. Claude Marceau dan Dr Denise Marceau, pemenang bersama hadiah nobel bidang kimia; Max Stratman, pemenang hadiah nobel bidang fisika; Dr. John Garret dan Dr. Carlo Farelli, pemenang bersama hadiah nobel bidang fisiologi dan kedokteran; Andrew Craig, pemenang hadiah nobel bidang kesusatraan.

Dibalik kemenangan mereka, ternyata mereka terlibat dalam skandal dan permainan politik orang-orang yang berkepentingan terhadap mereka dan dunia luar.  Seperti:

  • Max Stratmann yang menjadi rebutan oleh pihak Jerman Timur, tempat dimana dia dulu menjadi ilmuan saat zaman Hitler, dimana Jerman menarik semua ilmuannya supaya tidak dipergunakan oleh negara lain seperti Amerika. Padahal dia sendiri sudah sangat membenci Jerman Timur dan dia juga lagi berkutat dengan penyakitnya yang dah hampir membawa umur.
  • Dr. Claude Marceau yang sebelum mendapat Hadiah Nobel berselingkuh dengan seorang model Perancis, yang saat mendapat berita kemenangannya itu ketahuan oleh istrinya-Dr. Denise Marceau-sedang berselingkuh di rumah model tersebut. Mereka juga merupakan orang yang dimanfaatkan oleh seorang Ragnar Hammarlund, orang kaya yang terobsesi untuk membuat makanan sintetis dan ingin memanfaatkan kedua dokter itu untuk melaksanakan niatnya.
  • Andrew Craig, yang menjadi pemabuk dan menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab meninggalnya istrinya dalam satu kecelakaan.. yang sebenarnya kecelakaan itu nutlak disebabkan oleh kesalahan teknis mobil. Ditambah ipar nya-Leah¬† Decker-yang juga selalu menyalahkannya padahal ingin merebut hatinya. Dia diisukan mendapat hadiah Nobel karena novelnya yang rada-rada pro Rusia‚Ķ. Juga dia mo dikontrak oleh seorang artis Swedia agar novel terbarunya nantinya bisa dijadikan film yang dibintanginya, sedang alur ceritanya ditentukan oleh nya. Pembayarannya uang yang begitu banyak dan diri artis itu sendiri.. Tentu aja lah Andrew Craig menolak… dah tua boo artinya hehehe..
  • Dr. John Garret yang merasa hanya dia yang menyelidiki tentang jantung buatan padahal ada Dr. Farelli yang juga menyelidikinya sehingga timbul konflik antar kedua… Mereka berdua sepertinya juga dimanfaatkan untuk bisa membantu dalam operasi salah seorang kerabat kerajaan Swedia yang berumur 70-an tahun yang sedang bermasalah dengan jantungnya.. **padahal klo emang dah tua, mo gimana lagi..**

Ada juga tentang Emily Stratmann-keponakan Max Stratmann-yang menjadi rebutan cowo-cowo dimanapun dia berada. Dengan sikap dinginnya dia dianggap perawan tak tersentuh. Padahal dimasa lalunya, lagi-lagi di zaman Hitler, dia menjadi budak sex orang-orang Jerman Timur yang membuatnya trauma terhadap laki-laki. Hanya Andrew Craig yang akhirnya bisa mengobati hatinya.. **ehem..**

Latar belakang ke enam pemenang Nobel ini akan terungkap di sepertiga novel terakhir.. Jadi harus baca semua biar bisa nyambung…

Intinya,, buku ini asyik untuk dibaca.. apalagi bagi yang suka dengan novel terperinci dengan cerita bagian depan agak sedikit menjemukan namun kebelakang-kebelakangnya tambah seru. Tapi bagi anna, lebih senang baca point-point nya ajah… Klo baca rincinya suka ngayal sie… terus lupa deh cerita nya apah ūüėÄ

December 3, 2007

Vienna Blood

Posted in Buku at 12:54 am by anda07

vienna-blood.jpegThe Libermann Papers : Vienna Blood
Oleh Frank Tallis
Penerjemah Berliani M. Nugrahani
Penerbit Qanita
Berisi 581 halaman

Dah beberapa waktu lalu aku selesai baca buku ini, tadinya sih mau cepat-cepat di review sebelum pinjeman bukunya dibalikin… -walah,,ketahuan bisanya minjem doank ūüėÄ ‚Äď tapi keburu datang banyak kesibukan ‚Äďlagi-lagi,, sok sibuk,, bilang aja males hehehe- jadi baru sempet sekarang..

OK.. langsung deh..
Ini adalah buku 2 dari the Liebermann Papers setelah A Death in Vienna dengan jalan cerita masih sama seperti buku 1 nya.. yaitu cerita pendek dengan alur maju mundur di tiap bab dengan berbeda tokoh dan cerita dan lagi-lagi aku masih bingung dengan cerita selanjutnya sehingga harus-lagi-lagi-membolak balik halaman di depannya. **lupa cerita sebelumnya… bacanya sambil ngayal sih..**
Menceritakan tentang seorang polisi, Inspektur Oscar Rheinhardt, dibantu oleh sahabatnya, dr. Maxim Liebermann, dalam mengungkap beberapa pembunuhan sadis yang mempunyai cara membunuh yang hampir sama.

Dimulai dari ditemukan suatu pembunuhan dengan cara memutilasi tubuh menjadi 3 bagian, yang dimutilasi adalah seorang cewe.. ups betina maksud nya.. karena yang dibunuh adalah seekor ular… seperti anakonda gitu lah..
Belum lagi hal ini terungkap, muncul lagi pembunuhan kedua terhadap 1 orang wanita tua, Marta Borex (mucikari) dan 3 orang wanita muda; Wanda Draczynski, Rozalia Glomb, Ludka (‚ÄĚanak buahnya‚ÄĚ),, yang membuat kasus tentang ular terlupakan,, lagi-lagi dengan cara yang membuat orang mo muntah melihatnya yaitu menggorok leher sampe hampir putus, membuka perut sampe ususnya terburai dan memotong -maaf- kelamin. Di dinding rumah itu ditemukan goresan-goresan dan juga simbol-simbol aneh yang dibuat menggunakan darah..
Pembunuhan ketiga, terjadi pada seorang penjagal ayam (klo ga salah), Karsten Krull, pembunuhan dengan memasukkan grendel pintu ke dalam tenggorokan… Ngeri banget deh.. tega banget tuh org..
Selanjutnya, disaat Inspektur Rheinhardt masih dibingungkan dengan kasus sebelumnya, kembali terjadi pembunuhan keempat terhadap seorang pembantu berkulit hitam berkebangsaan Nubia, Ra’ad, dengan cara yang juga cukup sadis.
Terakhir, pembunuhan ke lima yang mana sepertinya pembunuhan ini belum sepenuhnya selesai karena kepergok, yaitu pembunuhan terhadap seorang pendeta, Bapa Francis. Pendeta tersebut masih hidup sampai Inspektur Rheinhardt datang dan sempat mengucapkan kata ‚ÄĚCello‚ÄĚ..

Oh ya friends… maaf bagi yang dah baca buku ini kalo urutan pembunuhannya ketuker-tuker… Dah mulai lupa sie….

Beberapa pembunuhan ini tentu saja dikonsultasikan Inspektur polisi tersebut dengan dr. Liebermann yang menanggapinya cukup antusias walaupun masalahnya sendiri cukup rumit. Dengan menganalisa dan menanya-nanyakan saksi, akhirnya harus melibatkan Ms. Lydgate… Seorang wanita yang pernah bermasalah psikologis nya, yang sekarang kuliah di Fakultas Kedokteran yang mana pada tahun dulu itu-sekitar¬†tahun¬†1902- dokter wanita belum ada.. Dengan memeriksa darah pada baju seseorang yang dicurigai dengan menggunakan tes presipitan dengan hewan coba kelinci.. juga dengan memeriksa debu pada syal yang diduga milik pembunuhnya. Jujur, aku makin kagum aja ama Ms. Lydgate ini.. Jenius banget apa yah???

Lagi-lagi, yang mengungkap pembunuhan ini adalah dr. Maxim Libermann.. dengan sebelumnya menemukan urut-urutan dari pembunuhan itu yang mana sesuai dengan opera The Magic Flute yang dibuat berdasarkan lagu nya Mozart yang lagi laku-lakunya di Wina… dan diperkuat saat melihat pameran lukisan.

Untuk mengungkap si pembunuh ini lumayan sulit karena ternyata pembunuhnya adalah merupakan salah seorang¬†pelukis,¬†berumur¬†42¬†tahun,¬†dan¬†pengikut perkumpulan rahasia… Dan berdasarkan dugaan dengan keyakinan yang penuh bahwa pembunuhan selanjutnya adalah pada pimpinan perkumpulan rahasia tersebut, yang membuat Libermann harus masuk dalam perkumpulan itu¬†untuk¬†menyelamatkan¬†dan mengungkap semuanya… motif pembunuhannya…. yaitu…. Si pembunuh adalah merupakan seorang laki-laki yang mempunyai ibu seorang -maaf- pelacur- dan juga penyanyi di bar, waktu kecil hidup ditempat yang dekat dengan bar tersebut & selalu mendengar lagu yang sama setiap malamnya yaitu ‚ÄĚThe Magic Flute‚ÄĚ.. Andreas Olbricht, latar belakang lengkapnya bisa dibaca dibuku ini….

Dibuku ini juga diceritakan bagaimana perasaan Libermann terhadap tunangannya, Clara, yang mulai luntur dan menghilang… Siapa yang sebenarnya dicintainya????

Buku ini lebih banyak intrik dan misteri didalamnya… Dan tentu saja masih dipenuhi dengan cerita tentang lagu-lagu klasik, ditambah dengan tentang bermacam-macam perkumpulan rahasia… Salut buat Frank Tallis yang dah mengumpulkan begitu banyak referensi untuk pembuatan cerita ini dan mengungkapkan berbagai perkumpulan-perkumpulan rahasia…

Oh ya… dalam buku ini juga dikatakan kalo Vienna Blood juga salah satu dari judul lagu tapi pengarangnya aku lupa siapa hehehe… Kalo ga salah Strauss..

Wahhh… review ku kali ini lebih pendek…… Dan ga terlalu membuat mumet yang membacanya kan??? **lirik war… ūüôā ** tapi jadi membuat tambah bingung kayaknya hehehehe..