December 3, 2007

Vienna Blood

Posted in Buku at 12:54 am by anda07

vienna-blood.jpegThe Libermann Papers : Vienna Blood
Oleh Frank Tallis
Penerjemah Berliani M. Nugrahani
Penerbit Qanita
Berisi 581 halaman

Dah beberapa waktu lalu aku selesai baca buku ini, tadinya sih mau cepat-cepat di review sebelum pinjeman bukunya dibalikin… -walah,,ketahuan bisanya minjem doank 😀 – tapi keburu datang banyak kesibukan –lagi-lagi,, sok sibuk,, bilang aja males hehehe- jadi baru sempet sekarang..

OK.. langsung deh..
Ini adalah buku 2 dari the Liebermann Papers setelah A Death in Vienna dengan jalan cerita masih sama seperti buku 1 nya.. yaitu cerita pendek dengan alur maju mundur di tiap bab dengan berbeda tokoh dan cerita dan lagi-lagi aku masih bingung dengan cerita selanjutnya sehingga harus-lagi-lagi-membolak balik halaman di depannya. **lupa cerita sebelumnya… bacanya sambil ngayal sih..**
Menceritakan tentang seorang polisi, Inspektur Oscar Rheinhardt, dibantu oleh sahabatnya, dr. Maxim Liebermann, dalam mengungkap beberapa pembunuhan sadis yang mempunyai cara membunuh yang hampir sama.

Dimulai dari ditemukan suatu pembunuhan dengan cara memutilasi tubuh menjadi 3 bagian, yang dimutilasi adalah seorang cewe.. ups betina maksud nya.. karena yang dibunuh adalah seekor ular… seperti anakonda gitu lah..
Belum lagi hal ini terungkap, muncul lagi pembunuhan kedua terhadap 1 orang wanita tua, Marta Borex (mucikari) dan 3 orang wanita muda; Wanda Draczynski, Rozalia Glomb, Ludka (”anak buahnya”),, yang membuat kasus tentang ular terlupakan,, lagi-lagi dengan cara yang membuat orang mo muntah melihatnya yaitu menggorok leher sampe hampir putus, membuka perut sampe ususnya terburai dan memotong -maaf- kelamin. Di dinding rumah itu ditemukan goresan-goresan dan juga simbol-simbol aneh yang dibuat menggunakan darah..
Pembunuhan ketiga, terjadi pada seorang penjagal ayam (klo ga salah), Karsten Krull, pembunuhan dengan memasukkan grendel pintu ke dalam tenggorokan… Ngeri banget deh.. tega banget tuh org..
Selanjutnya, disaat Inspektur Rheinhardt masih dibingungkan dengan kasus sebelumnya, kembali terjadi pembunuhan keempat terhadap seorang pembantu berkulit hitam berkebangsaan Nubia, Ra’ad, dengan cara yang juga cukup sadis.
Terakhir, pembunuhan ke lima yang mana sepertinya pembunuhan ini belum sepenuhnya selesai karena kepergok, yaitu pembunuhan terhadap seorang pendeta, Bapa Francis. Pendeta tersebut masih hidup sampai Inspektur Rheinhardt datang dan sempat mengucapkan kata ”Cello”..

Oh ya friends… maaf bagi yang dah baca buku ini kalo urutan pembunuhannya ketuker-tuker… Dah mulai lupa sie….

Beberapa pembunuhan ini tentu saja dikonsultasikan Inspektur polisi tersebut dengan dr. Liebermann yang menanggapinya cukup antusias walaupun masalahnya sendiri cukup rumit. Dengan menganalisa dan menanya-nanyakan saksi, akhirnya harus melibatkan Ms. Lydgate… Seorang wanita yang pernah bermasalah psikologis nya, yang sekarang kuliah di Fakultas Kedokteran yang mana pada tahun dulu itu-sekitar tahun 1902- dokter wanita belum ada.. Dengan memeriksa darah pada baju seseorang yang dicurigai dengan menggunakan tes presipitan dengan hewan coba kelinci.. juga dengan memeriksa debu pada syal yang diduga milik pembunuhnya. Jujur, aku makin kagum aja ama Ms. Lydgate ini.. Jenius banget apa yah???

Lagi-lagi, yang mengungkap pembunuhan ini adalah dr. Maxim Libermann.. dengan sebelumnya menemukan urut-urutan dari pembunuhan itu yang mana sesuai dengan opera The Magic Flute yang dibuat berdasarkan lagu nya Mozart yang lagi laku-lakunya di Wina… dan diperkuat saat melihat pameran lukisan.

Untuk mengungkap si pembunuh ini lumayan sulit karena ternyata pembunuhnya adalah merupakan salah seorang pelukis, berumur 42 tahun, dan pengikut perkumpulan rahasia… Dan berdasarkan dugaan dengan keyakinan yang penuh bahwa pembunuhan selanjutnya adalah pada pimpinan perkumpulan rahasia tersebut, yang membuat Libermann harus masuk dalam perkumpulan itu untuk menyelamatkan dan mengungkap semuanya… motif pembunuhannya…. yaitu…. Si pembunuh adalah merupakan seorang laki-laki yang mempunyai ibu seorang -maaf- pelacur- dan juga penyanyi di bar, waktu kecil hidup ditempat yang dekat dengan bar tersebut & selalu mendengar lagu yang sama setiap malamnya yaitu ”The Magic Flute”.. Andreas Olbricht, latar belakang lengkapnya bisa dibaca dibuku ini….

Dibuku ini juga diceritakan bagaimana perasaan Libermann terhadap tunangannya, Clara, yang mulai luntur dan menghilang… Siapa yang sebenarnya dicintainya????

Buku ini lebih banyak intrik dan misteri didalamnya… Dan tentu saja masih dipenuhi dengan cerita tentang lagu-lagu klasik, ditambah dengan tentang bermacam-macam perkumpulan rahasia… Salut buat Frank Tallis yang dah mengumpulkan begitu banyak referensi untuk pembuatan cerita ini dan mengungkapkan berbagai perkumpulan-perkumpulan rahasia…

Oh ya… dalam buku ini juga dikatakan kalo Vienna Blood juga salah satu dari judul lagu tapi pengarangnya aku lupa siapa hehehe… Kalo ga salah Strauss..

Wahhh… review ku kali ini lebih pendek…… Dan ga terlalu membuat mumet yang membacanya kan??? **lirik war… 🙂 ** tapi jadi membuat tambah bingung kayaknya hehehehe..

Advertisements

2 Comments »

  1. rrrf said,

    wah asyik juga cerita atas review bukunya, tapi saya kira yang ngereview akan lebih bagus kalo nulis cerita sendiri, akan lebih menjiwai dibandingka hanya sebatas review, what d’ya say?

  2. anna said,

    nulis cerita sendiri yah…. ntar dipikirin deh. 🙂 btw, thanks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: