January 19, 2008

Negara Kelima

Posted in Buku at 1:18 am by anda07

negara-kelima0001.jpgNegara Kelima
Dikarang oleh Es Ito
Penyunting Imam Muhtaram
Berisi 517 halaman
Penerbit PT. Serambi Ilmu Semesta

Sebuah buku yang penuh dengan sejarah. Mulai dari sejarah tenggelamnya Atlantis dihubungkan dengan pembentukan daerah Minangkabau, berdirinya kerajaan Sriwijaya, berdirinya kerajaan Majapahit beserta dengan konflik-konfliknya masing-masing.

Jujur neh… bagi aku yang pengetahuan tentang sejarahnya sangat minim jadi kurang paham dengan ceritanya dan terasa agak berbelit-belit…. ceritanya terkesan berputar-putar (dulu waktu masih sekolah paling ga bisa pelajaran sejarah sie,, susah pahamnya.. 🙂 )
Tapi diakui, yang mengarang nih buku pasti sangat menguasai sejarah terutama sejarah Indonesia/Nusantara dan sebagian dari dunia karena dia menjabarkannya sedetail mungkin, dan juga pintar dalam memutar kata-kata..

Sebenarnya, buku ini menceritakan tentang pengungkapan pembunuhan Lidya -anak seorang Inspektur dibagian Detsus Antiteror-yang berlanjut dengan pembunuhan 2 orang gadis –Maureen dan Ovi-yang merupakan teman se gank nya Lidya. Polisi yang berusaha mengungkap pembunuhan ini –Inspektur Rudi-juga terbunuh yang mana si pembunuh meninggalkan jejak dengan menggoreskan gambar piramid pada tubuh korban. Yang diasumsikan bahwa pembunuh itu adalah anggota Kelompok Patriotik Radikal yang disingkat KePaRad yang kebetulan lagi gencar-gencarnya melakukan semacam terror dan ingin mengubah Indonesia menjadi Negara Kelima. Kemudian muncullah seseorang yang dikambing hitamkan yaitu Inspektur Timur Mangkuto yang terpaksa melarikan diri dan bertekad membongkar konspirasi dalam lembaga kepolisian tempatnya bekerja selain juga mengungkap pembunuhan itu.

Aku masih ga bisa membayangkan seperti apa bentuk piramid yang digambarkan pada tubuh korban itu dengan penjabaran seperti ini :
Piramid dengan belahan diagonal pada bagian alasnya
Dua garis menyilang seperti empat arah mata angin
Tiga titik tulisan dari empat titik pada garis menyilang; amithaba, pada bagian kiri dari petunjuk atas. Ratnasambhawa, pada bagian bawah dari bagian atas mata angina Akso, pada bagian tengah dua garis menyilang

Ada yang ngerti ga??? Aku bingung 😦

Dari penggerebekkan polisi pada tempat yang diduga markas KePaRad akhirnya tertangkap 2 orang yang setelah diinterogasi lama akhirnya mau bicara dan mengungkapkan 5 teka teki yang harus dipecahkan oleh siapa saja yang mau menjadi anggota KePaRad.
Jadi, hampir seluruh isi dari buku ini menceritakan cara mengungkap 5 teka teki ini.

Ending nya ternyata tidak serumit yang diduga dan cenderung biasa. Yahh tidak terlalu wahhhh lah… **menurutku sieh 😀 **
Buku ini cocok bagi orang yang suka permainan kata-kata sedangkan aku…. Masih termasuk orang yang agak lambat dalam menghubungkan satu dengan lainnya 🙂
Aku malah berpikir, apakah buku ini dibuat selain karena kesukaan si pengarang dengan sejarah juga sedikit menyinggung tentang para aparat yang cenderung agak lambat dalam bersikap/bertindak dalam menghadapi sebuah kasus atau juga karena banyaknya daerah-daerah terpencil di Indonesia yang kurang diperhatikan pemerintah padahal merupakan saksi sebuah sejarah????? Hanya pengarang yang tau.. 🙂

Advertisements

January 14, 2008

DULU AKU TIKUS atau Sepatu Merah

Posted in Buku at 1:26 am by anda07

iwasarat.jpgDULU AKU TIKUS atau Sepatu Merah
Diterjemahkan dari I Was a Rat or The Scarlet Slippers karangan Philip Pullman
Dialih bahasakan oleh Poppy Damayanti Chusfani
Berisi 256 halaman; 20 cm.
Penerbit PT. Gramedia Pustaka Ilmu, 2007

Buku ini dikarang oleh seseorang yang sudah banyak menulis buku untuk anak-anak dan sudah banyak menerima penghargaan untuk karya-karyanya. Diantaranya adalah trilogi His Dark Materials (yang merupakan salah satu pemenang Guardian Children’s Fiction Prize) yaitu The Golden Compass (Kompas Emas) yang sudah difilmkan dan dibintangi oleh Daniel Craig, Nicole Kidman dan Dakota Blue Richards –kau sendiri belom nonton karena di Banjarmasin belom diputar filmnya, ga tau dikota yang lain.. seseru bukunya ga sieh ya????; The Subtle Knife (Pisau Gaib); dan The Amber Spyglass (Teropong Cahaya).

Sinopsis yang tertulis di bagian belakang buku yaitu:

“DULU AKU TIKUS” Begitu kata Roger. Mungkin omongannya benar.
Tapi makhluk apa ia SEKARANG?
Monster mengerikan yang gentayangan di gorong-gorong?
Koran Daily Scourge yakin begitu.
Tontonan di pasar malam?
Itulah dirinya bagi Mr. Tapscrew.
Maling lihai?
Itulah yang diharapkan Billy.
Atau ia cuma anak laki-laki biasa, walaupun kebiasaannya mirip tikus? Hanya tiga orang mempercayai versi ini. Dan hanya seorang yang tahu siapa sebenarnya Roger.

Tokoh-tokoh yang diceritakan disini yaitu :

  • Roger, anak laki-laki yang mengaku dirinya dulu adalah tikus.
  • Bob Jones, pembuat sepatu yang nantinya menjadi orang tua asuh Roger
  • Joan Jones, tukang cuci -istri Bob-yang nantinya menjadi orang tua asuh Roger
  • Mr. Tapscrew, seorang pengelola pertunjukan “orang-orang aneh” yang sengaja dibuat-buat
  • Billy, seorang pencuri
  • Lady Aurelia Ashington, istri dari Pangeran Richard

Jadi, buku ini bersetting di Inggris. Dan cerita dimulai dari diketuknya rumah Bob dan Joan oleh seorang anak laki-laki yang memakai pakaian pesuruh -yang lusuh dan kotor-dalam keadaan kedinginan dan kelaparan. Saat disuruh masuk oleh kedua orang baik ini, dan ditanya tentang namanya, dia tidak tau dan hanya bilang kalau dia dulunya seorang tikus. Jelas mereka menganggap sepertinya anak ini hilang ingatan… Akhirnya mereka memberinya nama Roger.
Makin lama kenal tingkah lakunya makin persis dengan tikus.. Dia suka menggerogoti apapun… Dan setelah dilaporkan kemana-mana, tidak ada yang mau mengakuinya.

Singkat kata…. Singkat ceritaaaa….. **jadi kayak lagu dangdut hehehe**
Kelakuannya mlai mengundang banyak orang yang ingin memanfaatkannya, mulai dari Filsuf Royal –seorang ahli filosofi dari istana Inggris, Mr. Tapscrew-seorang pengelola pertunjukkan yang juga penipu sampai dengan Billy –yang merupakan seorang maling. Dan dipanggil dengan sebutan Bocah Tikus ataupun Monster gorong-gorong, sehingga membuatnya tertangkap dan disidang dengan hukuman mati.
Hanya Lady Aurelia yang akhirnya bisa menolongnya, yang ternyata mereka kenal satu sama lain.

Diakhir ceritalah baru diketahui tentang apa sih sebenarnya buku ini. Yah, kalau diurut-urut dari belakang, ternyata ini mirip dengan cerita putri Cinderella. Seorang gadis miskin yang menjadi putri atas pertolongan seorang peri. Peri ini juga yang telah merubah Mary Jane menjadi Putri Aurelia, dan tikus menjadi pesuruh yang mengantar Mary Jane ke istana. Tapi karena saat pesta di istana itu, si tikus asyik bermain dan lupa waktu sampai pesta usai dan kereta yang ditumpanginya juga sudah tidak ada, jadilah dia berjalan tak tentu arah sampai akhirnya ke rumah Bob dan Joan.

Begitulah kira-kira isi buku ini… Ceritanya ringan dan mudah dipahami… Cocok buat dibaca sambil santai-santai.

Gambar diambil disini

Review lain bisa diliat pada lemari bukuku

January 12, 2008

Namaku Merah Kirmizi

Posted in Buku at 2:11 am by anda07

img0496a.jpgNamaku Merah Kirmizi
Diterjemahkan dari My Name is Red (terjemahan Erdao M Goknar dari novel asli Benim Adim Kirmizi) karangan Orhan Pamuk.
Diterjemahkan di Indonesia oleh Atta Verin
Berisi 725 halaman
Penerbit PT. Serambi Ilmu Semesta, 2006

Sebuah novel yang dikarang oleh seorang yang berada di Istanbul Turki yang disaat aku mulai membaca nya sudah terasa berat, baik berat dalam artian sebenarnya (bukunya tebal) dan berat dalam isi. Novel ini paling tidak telah diterjemahkan dalam 25 bahasa dan memenangkan sejumlah hadiah sastra internasional terkemuka antara lain di Perancis, Italia dan Irlandia. Isi dari novel ini merupakan campuran dari cerita pembunuhan, intrik sosial, latar belakang sejarah dan peradaban Islam yang dikombinasikan dengan cerita romantis dengan cinta, seks dan drama.

Namaku Merah Kirmizi ini bercerita tentang abad ke enam belas dimana seorang Sultan di Istanbul secara diam-diam menugaskan pembuatan sebuah buku yang tak biasa untuk merayakan kejayaannya, yang dihiasi ilustrasi para seniman terkemuka saat itu.
Pembuatan buku itu dilakukan oleh beberapa empu miniaturis diantaranya Elok, Zaitun, Bangau dan Kupu-Kupu (nama samaran) dibawah pengawasan Enisthe Effendi. Ketika Elok dibunuh secara misterius, disinilah kisah ini berawal.

Dengan datangnya kembali seseorang dari masa lalu yang bernama Hitam yang dulunya juga seorang miniaturis yang kemudian terusir dari Istanbul selama 12 tahun hanya karena dia mencintai anak dari Enisthe Effendi –Shekure, yang katanya sangat cantik- ditugasi untuk mengungkap misteri pembunuhan ini. Belum lagi terungkap pembunuhan Elok, terjadi lagi pembunuhan terhadap empu mereka Enisthe Effendi. Jadilah dia sebagai tersangka dan diberi waktu 3 hari dalam mengungkap masalah ini. Yang ternyata pembunuhan ini berhubungan dengan benturan peradaban Timur (Turki-Islam) dan Barat (Eropa-Kristen) dalam hal lukisan, dimana daerah Timur melukiskan seseorang dengan mengingat apa yang pernah dilihat sedangkan daerah Barat melukiskan sesuatu yang ada dihadapan nya sehingga bisa sama persis dengan aslinya. **Sepertinya yang kita lakukan di Indonesia adalah mengikuti peradaban Barat deh** Jujur, aku ga bisa menebak siapa pembunuh yang sebenarnya…. Sampai diakhir diceritakan..

Novel ini tak bisa kupahami 100%. Terlalu banyak ungkapan, kiasan, bahasa, cerita dan sejarah tentang lukisan atau ilustrasi atau miniatur yang diceritakan. Kadang aku sendiri bingung dengan apa yang kubaca. Akhirnya aku menemukan sedikit kekurangan, yaitu dari segi penulisan. Masih banyak kesalahan penulisan dalam buku ini. Dalam 1 halaman bisa ditemukan 1 sampai 3 kesalahan penulisan. Seperti pada halaman 500 yang sempat kucatat ada kata-kata pemennag, milier dan bahawa yang mungkin seharusnya pemenang, militer dan bahwa.
Juga ada satu hal yang menjadi suatu tanda tanya bagiku, mengenai kata-kata dalam percintaan ataupun pengungkapan tentang hasrat laki-laki terhadap perempuan atau hasrat laki-laki terhadap para pemuda diungkapkan secara gamblang dan jelas. Aku ga tau apakah emang dari buku aslinya seperti itu?? Apakah emang di Istanbul banyak terjadi perlakuan tidak senonoh laki-laki terhadap para pemuda ABG sehingga Orhan Pamuk banyak menulis tentang hal itu??? Entahlah….

Namun, diakui bahwa Orhan Pamuk mempunyai banyak pengetahuan tentang lukisan-lukisan, ilustrasi-ilustrasi dan sejarah dari Istanbul sendiri.
Keberanian dari Orhan Pamuk mengungkapkan berbagai karakter yang berbicara sangat mengejutkan, diantaranya seperti sebagai anjing, sebagai perempuan, sebagai warna merah, sebagai uang emas, sebagai si pembunuh yang tak bernama bahkan sebagai setan dan sebagai si korban pembunuhan… Dari mana ya dia membayangkan dirinya berbicara sebagai setan???? Ato berbicara sebagai roh orang yang sudah meninggal??? Seakan-akan dia mengalaminya sendiri.. Keren abizzz…..

Cobalah teman-teman baca buku ini, dan ceritakan lagi ya padaku bagaimana pendapat kalian….
Selamat Membaca……..

Sebagian nama-nama tokoh yang terkait dalam Novel :

  • Enishte Effendi, seorang seniman yang terbunuh dan berbicara dengan pembaca
  • Hitam, seniman. Keponakan dari Effendi. Baru saja kembali dari Persia.
  • Elok, seniman yang terbunuh pertama kali dan berbicara dengan pembaca untuk meminta mencari pembunuhnya.
  • Bangau, Kupu-Kupu dan Zaitun, para seniman senior yang merupakan murid Tn. Osman dan Enisthe Effendi
  • Shekure, putri Effendi yang sedang menjalin cinta dengan si Hitam
  • Osman, kepala seniman kerajaan
  • Esther, seorang Yahudi, membawa surat-surat cinta
  • Nusret Hoja, tokoh Islam konservatif, menentang lukisan dan pembangunan warungkopi

Next page