January 12, 2008

Namaku Merah Kirmizi

Posted in Buku at 2:11 am by anda07

img0496a.jpgNamaku Merah Kirmizi
Diterjemahkan dari My Name is Red (terjemahan Erdao M Goknar dari novel asli Benim Adim Kirmizi) karangan Orhan Pamuk.
Diterjemahkan di Indonesia oleh Atta Verin
Berisi 725 halaman
Penerbit PT. Serambi Ilmu Semesta, 2006

Sebuah novel yang dikarang oleh seorang yang berada di Istanbul Turki yang disaat aku mulai membaca nya sudah terasa berat, baik berat dalam artian sebenarnya (bukunya tebal) dan berat dalam isi. Novel ini paling tidak telah diterjemahkan dalam 25 bahasa dan memenangkan sejumlah hadiah sastra internasional terkemuka antara lain di Perancis, Italia dan Irlandia. Isi dari novel ini merupakan campuran dari cerita pembunuhan, intrik sosial, latar belakang sejarah dan peradaban Islam yang dikombinasikan dengan cerita romantis dengan cinta, seks dan drama.

Namaku Merah Kirmizi ini bercerita tentang abad ke enam belas dimana seorang Sultan di Istanbul secara diam-diam menugaskan pembuatan sebuah buku yang tak biasa untuk merayakan kejayaannya, yang dihiasi ilustrasi para seniman terkemuka saat itu.
Pembuatan buku itu dilakukan oleh beberapa empu miniaturis diantaranya Elok, Zaitun, Bangau dan Kupu-Kupu (nama samaran) dibawah pengawasan Enisthe Effendi. Ketika Elok dibunuh secara misterius, disinilah kisah ini berawal.

Dengan datangnya kembali seseorang dari masa lalu yang bernama Hitam yang dulunya juga seorang miniaturis yang kemudian terusir dari Istanbul selama 12 tahun hanya karena dia mencintai anak dari Enisthe Effendi –Shekure, yang katanya sangat cantik- ditugasi untuk mengungkap misteri pembunuhan ini. Belum lagi terungkap pembunuhan Elok, terjadi lagi pembunuhan terhadap empu mereka Enisthe Effendi. Jadilah dia sebagai tersangka dan diberi waktu 3 hari dalam mengungkap masalah ini. Yang ternyata pembunuhan ini berhubungan dengan benturan peradaban Timur (Turki-Islam) dan Barat (Eropa-Kristen) dalam hal lukisan, dimana daerah Timur melukiskan seseorang dengan mengingat apa yang pernah dilihat sedangkan daerah Barat melukiskan sesuatu yang ada dihadapan nya sehingga bisa sama persis dengan aslinya. **Sepertinya yang kita lakukan di Indonesia adalah mengikuti peradaban Barat deh** Jujur, aku ga bisa menebak siapa pembunuh yang sebenarnya…. Sampai diakhir diceritakan..

Novel ini tak bisa kupahami 100%. Terlalu banyak ungkapan, kiasan, bahasa, cerita dan sejarah tentang lukisan atau ilustrasi atau miniatur yang diceritakan. Kadang aku sendiri bingung dengan apa yang kubaca. Akhirnya aku menemukan sedikit kekurangan, yaitu dari segi penulisan. Masih banyak kesalahan penulisan dalam buku ini. Dalam 1 halaman bisa ditemukan 1 sampai 3 kesalahan penulisan. Seperti pada halaman 500 yang sempat kucatat ada kata-kata pemennag, milier dan bahawa yang mungkin seharusnya pemenang, militer dan bahwa.
Juga ada satu hal yang menjadi suatu tanda tanya bagiku, mengenai kata-kata dalam percintaan ataupun pengungkapan tentang hasrat laki-laki terhadap perempuan atau hasrat laki-laki terhadap para pemuda diungkapkan secara gamblang dan jelas. Aku ga tau apakah emang dari buku aslinya seperti itu?? Apakah emang di Istanbul banyak terjadi perlakuan tidak senonoh laki-laki terhadap para pemuda ABG sehingga Orhan Pamuk banyak menulis tentang hal itu??? Entahlah….

Namun, diakui bahwa Orhan Pamuk mempunyai banyak pengetahuan tentang lukisan-lukisan, ilustrasi-ilustrasi dan sejarah dari Istanbul sendiri.
Keberanian dari Orhan Pamuk mengungkapkan berbagai karakter yang berbicara sangat mengejutkan, diantaranya seperti sebagai anjing, sebagai perempuan, sebagai warna merah, sebagai uang emas, sebagai si pembunuh yang tak bernama bahkan sebagai setan dan sebagai si korban pembunuhan… Dari mana ya dia membayangkan dirinya berbicara sebagai setan???? Ato berbicara sebagai roh orang yang sudah meninggal??? Seakan-akan dia mengalaminya sendiri.. Keren abizzz…..

Cobalah teman-teman baca buku ini, dan ceritakan lagi ya padaku bagaimana pendapat kalian….
Selamat Membaca……..

Sebagian nama-nama tokoh yang terkait dalam Novel :

  • Enishte Effendi, seorang seniman yang terbunuh dan berbicara dengan pembaca
  • Hitam, seniman. Keponakan dari Effendi. Baru saja kembali dari Persia.
  • Elok, seniman yang terbunuh pertama kali dan berbicara dengan pembaca untuk meminta mencari pembunuhnya.
  • Bangau, Kupu-Kupu dan Zaitun, para seniman senior yang merupakan murid Tn. Osman dan Enisthe Effendi
  • Shekure, putri Effendi yang sedang menjalin cinta dengan si Hitam
  • Osman, kepala seniman kerajaan
  • Esther, seorang Yahudi, membawa surat-surat cinta
  • Nusret Hoja, tokoh Islam konservatif, menentang lukisan dan pembangunan warungkopi
Advertisements

4 Comments »

  1. ridu said,

    blom sempet jalan ke gramet,, ntar setelah ujian kelar,, ridu coba lihat yah..

  2. Praditya said,

    Masih ngebaca the Secret… 😀

  3. anna said,

    @ridu: sipp… ujian ajah dulu ya.. Semoga berhasil…
    @praditya: cepetan donk bacanya… trs baca buku baru lagi…

  4. ticka said,

    hola..
    bisa nie dipinjem buku” nya klo pas aq ke banjarmasin 🙂
    salam kenal ya

    -wong Jowo,be laki urang Banjar, bgawi di Pangkalanbun-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: