February 6, 2008

Harry Potter and The Deathly Hallows

Posted in Buku at 1:12 am by anda07

Harry Potter and The Deathly Hallows (Harry Potter dan Relikui Kematian)
harpot-7.jpgOleh J.K (Joanne Kathleen) Rowling
Dialihbahasakan oleh Listiana Srisanti
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008
Berisi 1008 halaman, 20 cm

Buku ini merupakan episode terakhir dari epik Harry Potter. Seru??? Tentu saja… Namun sayang, kematian Voldemort di buku ini tidak terlalu menghebohkan. Kenapa yah?? Apa karena aku sudah baca spoilernya?? Hiks 😦 Mungkin..
Sedikit akan kuceritakan disini, walau tentu saja kalian semua dah baca lebih dulu dari ku sejak cetakan dalam bahasa Inggrisnya keluar.

Harry Potter hampir memasuki usia nya yang ke tujuh belas yang berarti dia akan kehilangan perlindungan sihir yang didapat dari ibunya-Lily Potter-saat Voldemort ingin membunuhnya pertama kali. Setelah kematian Profesor Dumbledore -baca Harpot 6 yah..- Harry mendapat tugas untuk menghancurkan horcrux-horcrux Voldemort yang tersisa yang dia sendiri tidak tau apa aja horcrux-horcrux itu karena dia tidak diberi petunjuk sedikitpun. Dan sebelumnya Harry dan temannya mendapat wasiat dari Professor Dumbledore berupa Snitch dan pedang Gryffindor (untuk Harry), Buku Kisah-kisah Beedle si Juru Cerita (untuk Hermione Granger), dan Deluminator (untuk Ron Weasley). Bagi yang lupa Horcrux itu apa, yaitu benda yang didalamnya terdapat sebagian dari jiwa/roh Voldemort yang mana apabila tidak dimusnahkan maka Voldemort tidak akan mati walaupun dia sudah sangat lemah.

Jadi, setelah dia meminta keluarga Dursley-keluarga muggle tempat dia tinggal dari kecil dan dimasa liburan sekolahnya- pergi menjauh dan dia berada di the Burrow-rumah keluarga Weasley- sampai usianya 17 tahun, perburuan dan petualangan mencari horcrux-horcrux ini dimulai, dan tentu saja ditemani oleh sahabat-sahabat setianya, Ron dan Hermione-yang mana keduanya dah “sangat dekat” dalam Harpot 7 ini. Dengan selalu berpindah-pindah dengan ber-disapparate atau ber-apparate (koreksi kalo aku salah tulis yahh.. 🙂 ) petualangan mereka sangat seru untuk diikuti.

Horcrux-horcrux Voldemort ini ada 7 buah yaitu :

  • cincin yang ditemukan dirumah Voldemort yang dulu; —- dihancurkan dan ditemukan oleh Professor Dumbledore dengan Pedang Gryffindor
  • Buku Harian Tom Riddle yang telah dihancurkan oleh Harry didalam sebuah tempat dibawah Hogwarts (bisa dibaca di buku Harpot terdahulu, lupa yang keberapa 😀 ); —- dihancurkan oleh Harry dengan Taring Basilisk
  • Liontin yang pada awalnya diletakkan oleh Voldemort di sebuah danau yang kemudian diambil oleh adik Sirius Black-Regulus Arcturus Black- dengan mengorbankan nyawanya sebagai bukti penyesalannya karena telah menjadi pengikut Voldemort yang kemudian disimpan oleh Kreacher-si peri rumah- lalu dicuri oleh Mundungus Fletcher -salah seorang anggota orde phoenix- dan terakhir di ambil oleh Dolores Umbridge -pengikut Voldemort yang bekerja di Kementrian sihir; —- dihancurkan oleh Ron Weasley dengan Pedang Gryffindor
  • Piala Hufflepuff yang diletakkan oleh Voldemort didalam brankas pengikut setianya -Bellatrix Lestrange- di Bank Gringotts; —- dihancurkan oleh Hermione dengan Taring Basilisk
  • Diadem(tiara/mahkota) Ravenclaw yang diletakkan di dalam kamar kebutuhan -yang merupakan markas dari Laskar Dumbledore; —- hancur dengan sendirinya karena fiendfyre-api kutukan- yang dilancarkan oleh Crabbe
  • Nagini-ular besar yang selalu berada didekat Voldemort; —- yang dibunuh oleh Neville Longbottom dengan pedang Gryffindor; dan
  • Harry Potter yang mana Voldemort sendiri tidak tau kalau sebagian jiwa/rohnya terpindah ke Harry saat dia mau membunuhnya sewaktu bayi dan horcrux itu hancur ketika dia melancarkan kutukan ke Harry saat dihutan. Setelah inilah Harry sempat berada diantara dua dunia, dunia manusia dan dunia roh, yang mana dia bertemu dengan Profesor Dumbledore dan mendapatkan penjelasan semua yang ingin diketahuinya. Disini jugalah Harry akhirnya memutuskan untuk terus hidup dan menghancurkan Voldemort dengan perasaan tidak takut terhadap kematian karena hal inilah yang tidak dimiliki oleh Voldemort.

Berkaitan dengan relikui kematian sendiri… hal ini muncul deathly-hallows1.jpgdan terkuak dari gambar di kisah tiga saudara yang ada pada buku Kisah-kisah Beedle si Juru Cerita yang diwasiatkan Dumbledore kepada Hermione. Relikui Kematian ini ada tiga benda yaitu tongkat sihir elder yang tidak terkalahkan, batu yang memiliki kekuatan untuk memanggil orang mati dan jubah gaib yang bisa membuat si pemakai tidak terlihat. Jubah Gaib sendiri sudah dimiliki oleh Harry yang sebenarnya sudah menjadi milik ayahnya-James Potter, batu berkekuatan dapat memanggil orang mati tersebut ternyata berada dalam snitch yang diwasiatkan oleh Dumbledore, sedangkan tongkat sihir elder adalah tongkat sihir nya Dumbledore yang telah dimenangkannya dari Griendlewald-teman sekaligus musuh lamanya. Relikui kematian ini akan berpindah kepemilikan apabila direbut oleh orang lain dengan cara membunuh atau mengalahkannya dengan maksud untuk mengalahkan bukan untuk membantu mengalahkan.
Voldemort hanya tau tentang tongkat sihir elder dan dia berpikir dengan mengambil dari Dumbledore dan membunuh Professor Snape yang diduganya sebagai pembunuh Dumbledore-yang pembunuh sebenarnya adalah Draco Malfoy- dia bisa menggunakan tongkat sihir itu. Sehingga di duel terakhir Voldemort dengan Harry Potter, dia terbunuh oleh kutukan nya sendiri yang berbalik arah.
Intinya Harry Potter and The Deathly Hallows ini berakhir dengan bahagia.

Itulah sebagian dari cerita di Harry Potter ketujuh.. Salah khilaf mohon dimaafkan…. (begitulah mungkin yang dikatakan oleh J.K Rowling hehehehehe…..)

Beberapa kematian yang terjadi di buku ini :

  • Dobby, -peri rumah yang dulunya merupakan peri rumah nya keluarga Malfoy yang akhirnya bebas karena Harry- meninggal terkena pisaunya Bellatrix Lestrange saat membebaskan Harry Potter saat dikurung di rumah Malfoy. Aku nangis sampe banjir-banjir saat dia meninggal..
  • Severus Snape, dibunuh oleh Nagini… Aku kagum dengan cinta sejatinya Snape kepada Lily Potter-ibunya Harry- dimana dia mencintainya sampai akhir hayatnya. Seandainya ada yang mencintaiku seperti itu 😀
  • Fred Weasley, meninggal saat perang dengan para pelahap maut di Hoggwarts
  • Remus lupin dan Tonks-istrinya, -yang baru saja memiliki seorang anak- meninggal saat perang dengan para pelahap maut di Hoggwarts
  • Colin Creevey, -murid yang pernah membeku karena menatap mata basilisk lewat kamera nya- meninggal saat perang dengan para pelahap maut di Hoggwarts
  • Dan semua yang tidak bisa disebutkan satu persatu…

Turut berduka cita….heuheuheuheu…. :’(Akhir yang berbahagia terlihat dengan menikahnya Harry Potter dengan Ginny Weasley yang mempunyai 3 anak yaitu James, Albus Severus dan Lily; Ron Weasley dengan Hermione yang mempunyai 2 anak yaitu Rose dan Hugo.

The End.

Advertisements

February 5, 2008

In Cold Blood

Posted in Buku at 12:54 am by anda07

In Cold Blood
in-cold-blood.jpgDiterjemahkan dari In Cold Blood: A True Account of a Multiple Murder and Its Consequences, karya Truman Capote
Penerjemah : Santi Indra Astuti
Penyunting : Wendratama
Penerbit Bentang, Yogyakarta, 2007
Berisi 473 halaman

Secara singkat, novel ini menceritakan tentang kisah pembunuhan 4 orang manusia yang merupakan 1 keluarga di sebuah desa pertanian terpencil yang mana kesemuanya dalam keadaan terikat, mulut tertutup selotip dan ada lubang tembakan di kepala, namun diletakkan dalam posisi tidak sembarangan. Jadi seakan-akan si pembunuh ingin membuat korbannya dalam keadaan nyaman. Seperti ada yang dibunuh ditempat tidur dan dipakaikan selimut, ada yang ditaruh disofa dan diberi bantal dikepalanya, serta ada yang dikasih matras dibawah tubuhnya.

Pada Cover belakang buku tertulis seperti ini :
Empat orang ditemukan tewas terbunuh secara sadis di Holcomb, Kansas. Mereka adalah petani kaya Herb Clutter, istrinya Bonnie dan kedua anak remaja mereka Nancy dan Kenyon. Tiga nama terakhir tewas ditembak di kepala. Herb Clutter, sang ayah, menjadi korban yang tampak paling menderita: terbaring beralaskan kardus di basement, dengan leher nyaris putus! Mereka menjadi korban kejahatan hanya demi uang tak lebih dari 42 dolar.

Yup… uang yang hilang hanya sebanyak 42 dolar. Dari awal cerita sudah dikisahkan secara lengkap dari rencana pembunuhan sampai dengan pelaksanaannya oleh dua orang mantan narapidana yaitu Perry Smith dan Richard “Dick” Hickock tertangkap.
Motif awal pembunuhan memang uang, namun karena si korban tidak suka memakai uang tunai dan selalu menggunakan cek dalam transaksinya dan tentu saja tidak ditemukan brankas yang berisi uang maka mereka tidak ingin meninggalkan rumah tersebut dengan adanya saksi.. akhirnya terjadilah pembunuhan itu.. Dan mereka baru bisa tertangkap setelah 6 minggu pencarian dan sudah berkeliling-keliling hingga ke Mexico dengan begitu banyak orang yang dah ditipunya dan dibunuhnya.

Cerita dalam buku ini berjalan lumayan lambat dengan plot yang berbeda-beda dan sangat mendetail dalam penceritaan tentang latar belakang tokoh-tokohnya baik si pembunuh, korban ataupun tokoh pembantu lainnya, sehingga sedikit banyak bisa dibayangkan bagaimana keadaan ataupun pemikiran dari si pembunuh tersebut.

Dan aku,, dalam memahami buku ini memerlukan waktu yang lebih lama daripada membaca novel-novel lainnya….. agak berat bagi otak ku 🙂

Novel In Cold Blood ini menginspirasi banyak film (miniseri) yang mengangkat petualangan pasangan kriminal ini dalam membantai korbannya. Dua film terakhir yang berpusat pada sosok Capote adalah Capote (2005) -disini Philip Seymour Hoffman meraih Piala Oscar 2005 untuk gelar aktor terbaik- dan Infamous (2006).

Pesan: Bacalah buku ini dalam keadaan konsentrasi penuh dan sediakan makanan ringan dan minuman hangat-Kopi ato Capuccino lebih tepat- sambil membaca, karena kemungkinan tertidur lumayan besar. Pengalaman mengatakan !! 😀