February 5, 2008

In Cold Blood

Posted in Buku at 12:54 am by anda07

In Cold Blood
in-cold-blood.jpgDiterjemahkan dari In Cold Blood: A True Account of a Multiple Murder and Its Consequences, karya Truman Capote
Penerjemah : Santi Indra Astuti
Penyunting : Wendratama
Penerbit Bentang, Yogyakarta, 2007
Berisi 473 halaman

Secara singkat, novel ini menceritakan tentang kisah pembunuhan 4 orang manusia yang merupakan 1 keluarga di sebuah desa pertanian terpencil yang mana kesemuanya dalam keadaan terikat, mulut tertutup selotip dan ada lubang tembakan di kepala, namun diletakkan dalam posisi tidak sembarangan. Jadi seakan-akan si pembunuh ingin membuat korbannya dalam keadaan nyaman. Seperti ada yang dibunuh ditempat tidur dan dipakaikan selimut, ada yang ditaruh disofa dan diberi bantal dikepalanya, serta ada yang dikasih matras dibawah tubuhnya.

Pada Cover belakang buku tertulis seperti ini :
Empat orang ditemukan tewas terbunuh secara sadis di Holcomb, Kansas. Mereka adalah petani kaya Herb Clutter, istrinya Bonnie dan kedua anak remaja mereka Nancy dan Kenyon. Tiga nama terakhir tewas ditembak di kepala. Herb Clutter, sang ayah, menjadi korban yang tampak paling menderita: terbaring beralaskan kardus di basement, dengan leher nyaris putus! Mereka menjadi korban kejahatan hanya demi uang tak lebih dari 42 dolar.

Yup… uang yang hilang hanya sebanyak 42 dolar. Dari awal cerita sudah dikisahkan secara lengkap dari rencana pembunuhan sampai dengan pelaksanaannya oleh dua orang mantan narapidana yaitu Perry Smith dan Richard “Dick” Hickock tertangkap.
Motif awal pembunuhan memang uang, namun karena si korban tidak suka memakai uang tunai dan selalu menggunakan cek dalam transaksinya dan tentu saja tidak ditemukan brankas yang berisi uang maka mereka tidak ingin meninggalkan rumah tersebut dengan adanya saksi.. akhirnya terjadilah pembunuhan itu.. Dan mereka baru bisa tertangkap setelah 6 minggu pencarian dan sudah berkeliling-keliling hingga ke Mexico dengan begitu banyak orang yang dah ditipunya dan dibunuhnya.

Cerita dalam buku ini berjalan lumayan lambat dengan plot yang berbeda-beda dan sangat mendetail dalam penceritaan tentang latar belakang tokoh-tokohnya baik si pembunuh, korban ataupun tokoh pembantu lainnya, sehingga sedikit banyak bisa dibayangkan bagaimana keadaan ataupun pemikiran dari si pembunuh tersebut.

Dan aku,, dalam memahami buku ini memerlukan waktu yang lebih lama daripada membaca novel-novel lainnya….. agak berat bagi otak ku 🙂

Novel In Cold Blood ini menginspirasi banyak film (miniseri) yang mengangkat petualangan pasangan kriminal ini dalam membantai korbannya. Dua film terakhir yang berpusat pada sosok Capote adalah Capote (2005) -disini Philip Seymour Hoffman meraih Piala Oscar 2005 untuk gelar aktor terbaik- dan Infamous (2006).

Pesan: Bacalah buku ini dalam keadaan konsentrasi penuh dan sediakan makanan ringan dan minuman hangat-Kopi ato Capuccino lebih tepat- sambil membaca, karena kemungkinan tertidur lumayan besar. Pengalaman mengatakan !! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: