April 24, 2008

A Thousand Splendid Suns

Posted in Buku at 4:43 am by anda07

A Thousand Splendid Suns
Diterjemahkan dari A Thousand Splendid Suns
Karya Khaled Hosseini
Berisi 507 halaman
Diterbitkan oleh Penerbit Qanita

Buku ini adalah merupakan sebagian dari buku yang kubeli di Yogyakarta. Pertama liat judul buku ini, A Thousand Splendid Suns, jujur aku ga tau apa artinya (maklum, aku ga ngerti bahasa Inggris, kecuali buka kamus dulu 😀 ). Terus, yang membuat aku ingin beli buku ini karena liat pengarang nya adalah orang yang sama dengan pengarang buku The Kite Runner yang isinya menyentuh banget deh. Inti dari buku ini adalah pengorbanan dan perjuangan dari seorang atau bisa dikatakan dua orang wanita dalam mencari kebahagiaannya.

Dalam buku ini terdiri dari 4 bagian.
Bagian pertama, menceritakan tentang seorang gadis bernama Mariam yang terlahir dari hubungan gelap seorang pembantu dan majikan disebuah desa yang bernama Gul Daman, Kabul, Afganistan. Dia berusaha untuk memperoleh pengakuan secara sah dari keluarga ayah nya, dari ke tiga istri-istri ayahnya, berharap bisa bergaul dengan anak-anak ayahnya ataupun bisa bersekolah seperti anak-anak ayahnya yang lain tanpa harus disebut sebagai harami (anak haram). Walau hal ini sangat ditentang oleh ibunya, dia tetap bersikukuh sampai ibunya mengatakan :

Hati pria sangat berbeda dengan rahim ibu, Mariam. Rahim tidak akan berdarah ataupun melar karena harus menampungmu. Hanya akulah yang kau miliki di dunia ini, dan kalau aku mati, kau tak akan punya siapa-siapa lagi. Tak akan ada siapa pun yang peduli padamu. Karena kau tidak berarti!

Dan kata-kata ibunya itu ternyata adalah kata-kata terakhir yang diingat dan disadarinya sebelum ibunya tewas bunuh diri saat Mariam pergi kerumah keluarga ayahnya secara diam-diam.
Kehidupan Mariam pun berubah. Sendirian dia menapaki hidupnya. Memang beberapa saat dia bisa hidup dalam rumah ayahnya, namun ternyata tidak sesuai dengan harapannya. Umur 15 tahun dia dinikahkan secara paksa dengan seorang tukang sepatu yang berumur 45 tahun, Rasheed.
Sebuah pernikahan yang bukan merupakan awal dari kebahagiaan tapi lebih pada awal dari kesengsaraan yang lebih parah lagi. Yang mana, kesengsaraan dimulai saat dia hamil dan keguguran. Rasheed tidak bisa mentolerir itu dan selalu menyalahkan Mariam akan meninggalnya anak mereka.

Bagian kedua, menceritakan tentang seorang gadis lain yang lahir tidak lama setelah Mariam mengalami keguguran. Dia diberi nama Laila, anak dari seorang guru. Dia merupakan anak ketiga dari 3 bersaudara yang mana kakak-kakaknya semua laki-laki. Seorang gadis yang pintar namun mendapat perlakuan yang kurang baik dari ibunya yang stress sepeninggal kakak laki-lakinya berperang. Laila yang hanya berteman dengan Tariq, seorang laki-laki pincang yang selalu bersamanya, yang akhirnya menjadi kekasihnya, menjalani hidupnya dengan bahagia sampai berumur 13 tahun, saat perang makin parah, saat bom, granat, roket melayang diatas atap rumahnya, dan saat salah satu bom jatuh menghancurkan rumah satu-satunya dan mengambil nyawa ibu dan ayahnya, itulah saat terakhir dari kebahagiaannya.

Bagian ketiga, tentang kehidupan Laila setelah pemboman rumahnya. Kehidupan saat dia sendirian dan dirawat oleh Mariam dan Rasheed. Bagaimana Rasheed membohongi Laila tentang kematian Tariq yang ternyata hanya rekayasanya supaya Laila mau menikah dengannya. Bagaimana hubungan dengan Mariam yang berawal dengan permusuhan sampai pertemanan. Dan bagaimana sikap dari Rasheed yang awalnya baik sampai suka memukul dan mencambuk ataupun mencekik dua wanita ini.
Sikap mereka mempertahankan hidupnya dan berusaha mencari kebebasannya dengan kabur dari rumah namun terpaksa harus kembali ke rumah Rasheed. Sampai Laila tau bahwa Rasheed membohonginya atas kematian Tariq. Kecemburuan Rasheed yang menyebabkan dia ingin membunuh Laila. Namun dengan kegigihan Mariam membelanya, akhirnya dengan sebuah sekop Mariam terpaksa membunuh Rasheed dan mendapat hukuman mati karenanya.

Bagian keempat, merupakan kehidupan bahagia Laila dan Tariq dan anak-anak mereka dengan tetap selalu mengingat dan mengenang jasa-jasa Mariam, seorang wanita yang mempunyai keteguhan hati dan semangat yang ga pernah bisa dirubah oleh orang lain sekeras apapun.

Cerita yang cukup menyentuh dengan berlatar peperangan, kelaparan, dan anarki. Cukup membuat salut terhadap perjuangan seorang wanita untuk hidupnya dan hidup orang lain. Pas banget nih aku bacanya saat peringatan hari Kartini 21 April. 🙂 Yahh..walau sebenarnya, kebetulan ajah selesai bacanya pas tanggal ini hehehehe…

Selamat membaca….. 🙂

Advertisements