August 11, 2008

The Edge Chronicles: Beyond the Deepwoods

Posted in Buku at 11:23 am by anda07

The Edge Chronicles: Beyond the Deepwoods
Oleh Paul Stewart & Chris Riddell
Desain sampul oleh Dina Chandra
Diterbitkan oleh Penerbit Matahati, Mei 2007
Sebanyak 347 halaman

Gimana ya bilangnya…. Buku ini KEREN banget…… 😀 Walau isinya benar-benar fiksi tapi imajinatif banget-menurut Ardina Rasti dan menurutku juga 🙂 Dengan ilustrasi gambar yang sangat mendukung tokoh-tokoh ceritanya dihampir setiap halaman, seperti yang ada diakhir review ini… liat kebawahhhhh……..

Oke, langsung ke buku ini…..
Sedikit tentang sebuah daerah yang disebut Edge yang terdiri dari :

  • Hutan Deepwoods, merupakan wilayah yang gelap, misterius, sangat berbahaya. Suku-suku seperti woodtroll, gyle, termagant trog dan lain-lain tinggal disini. Selain kehidupan yang keras dan berbahaya, hutan ini juga menguntungkan karena banyak buah lezat dan kayu apung bernilai tinggi ada disini.
  • Edgeland, sebidang tanah gersang dengan pusaran kabut, roh dan hantu. Orang yang tersesat kesini mungkin akan beruntung sampai ke ujung tebing dan masuk ke jurang kematian & yang tidak beruntung masuk ke Hutan Twilight.
  • Hutan Twilight, tempat dengan cahaya remang keemasan, memukau tapi menipu. Bagi yang menghirup udaranya terlalu lama akan lupa mengapa mereka datang ke tempat itu.
  • Undertown, daerah lebih rendah dari Hutan Twilight, kotor, padat dan kejam namun menjadi pusat perekonomian, baik jujur maupun licik.
  • Sanctaphrax, kota yang dibangun diatas batu apung yang menyembul dari tanah, tumbuh, terdorong keatas oleh batu-batu yang ada dibawahnya dan terus bertambah besar sehingga bautu itu harus dirantai agar tidak lepas. Kota ini dihuni para cendekiawan dan ilmuwan.

Buku ini menceritakan tentang seorang anak yang bernama Twig yang dibesarkan disebuah suku yang disebut woodtroll di hutan Deepwoods. Seorang anak yang memiliki keanehan bentuk tubuh yang berbeda dari orang tuanya. Suku woodtroll cenderung berperawakan besar dan pendek, sedangkan Twig berbadan kurus, berkaki panjang, bermata hijau dan berkulit halus..Ayah woodtroll nya bernama Tuntum Snatchwood-seorang penebang pohon yang ulung- sedangkan ibunya bernama Spelda Snatchwood. Twig selalu berharap agar Tuntum membelanya apabila dia berkelahi dengan anak-anak sebayanya, namun Tuntum selalu marah dan menganggap Twig lemah. Ini sangat membuatnya sedih.

Dia selalu beranggapan bahwa dirinya adalah bagian dari suku woodtroll sampai saat dia berusia 13 tahun kurang 1 minggu. Ibunya memintanya untuk pergi dan tinggal dengan sepupu ibunya dengan alasan yang tidak dikatakan. Karena Twig yang terus menolak untuk pergi, akhirnya Spelda mengatakan bahwa Twig bukan anaknya. Dia ditemukan didepan rumahnya terbungkus syal kecil yang terus dipakainya sampai dewasa, sehingga ini menjelaskan kenapa Twig berbeda dengan orang-orang disukunya.

Dengan pesan dari ibunya untuk jangan keluar dari jalur dan segala barang untuk bekal dalam perjalanan, dia berangkat. Dan petualangan Twig dimulai.
Karena Twig yang selalu ingin tahu tentang segala hal, dia keluar dari jalur jalan yang dibuat woodtroll. Makin jauh…. Makin jauh… sampai akhirnya dia kehilangan jejak jalur yang tadi dilaluinya.
Menyesal?? Pasti. Tapi mau bagaimana lagi. Inilah awal dia bertemu dengan makhluk-makhluk yang aneh yang hanya dia dengar dari cerita ibunya.

Makhluk-makhluk yang ditemui Twig antara lain :

  • Berawal dari halitoad-reptil raksasa dan berbahaya, napas berbau busuk yang dapat membuat pingsan pada jarak 20 langkah dan mematikan pada jarak sepuluh langkah.
  • Orang dari kaum pembantai yang bernama Gristle yang berwajah kasar merah, rambut merah tua yang diminyaki sehingga lancip-lancip dan tampak seperti lidah api, berkalung gigi binatang. Dia diselamatkan oleh Twig dari cacing terbang, dan sempat memberi Twig sebuah jaket dari bulu binatang.
  • Cacing terbang, makhluk yang melayang diatas tanah, panjang, berbongol-bongol, kulit hijau berlendir berkilauan yang disekujur tubuhnya ada benjol-benjol kuning yang meneteskan cairan bening. Yang apabila cacing ini menggigit maka korban akan menggembung, membesar terus sampai akhirnya meledak.
  • Skullpelt, makhluk yang dengan kulit besisik kaku, mata kuning membelalak, gigi bengkok yang merupakan pemburu para pemimpi yang tersesat dipepohonan lullabee-pohon yang berwarna hijau kebiruan bersampur perak yang dapat mendendangkan lagu sedih yang aneh. Makhluk ini sempat membuat Twig bermimpi ketemu ibunya yang lagi sedih.
  • Bloadoak, tumbuhan rambat panjang pemakan daging yang berduri dan ganas yang bergerak seperti ular, yang mencari mangsa berdarah hangat, dengan puncak batang pohon terdapat seribu gigi tajam yang membuka tutup seperti mulut, tempat untuk menelan mangsanya. Twig sempat termakan tumbuhan ini, tapi berkat bulu binatang dari jaket yang dipakainya, maka dia terlontar keluar kembali.
  • Gyle Goblin, makhluk dengan kepala datar, hidung bulat dan mata sayu. Makhluk ini hidup berkelompok membentuk sebuah koloni. Makanannya adalah madu merah.
  • Banderbear, makhluk jinak yang sangat besar dan kuat dengan mata yang sayu, tubuh berbulu hijau pucat, mempunyai taring yang melengkung ke atas dari rahang bawah, telinganya lembut mirip sayap yang terus berkibar. Banderbear sempat menjadi teman Twig karena Twig telah menolongnya mencabutkan giginya yang sakit. Dia lah yang mengajarkan Twig memilih buah antara yang bisa dimakan dan yang beracun. Dia juga lah yang terus menemani Twig sampai akhirnya mereka ketemu dengan wig-wig-makhluk kecil berbulu berwarna jingga yang pemakan daging- yang membunuh banderbear. Menyedihkan banget….. Aku sampai nangis. Jadi teringat si beruang putih pada buku ………… 😦 heuheuheu….
  • Ditengah kesedihannya kehilangan banderbear, dia tertidur disebuah sarang burung besar yang lembut. Nah ditempat ini datang seekor Rotsucker-makhluk bersayap hitam dan lebar dengan cakar lancip dengan kepala kecil bersisik, terdapat moncong yang menyedot dan meniup. Rotsucker ini menutupi sarang dengan cairan seperti getah lengket yang keluar dari tubuhnya yang mebuat Twig tidak dapat bernapas. Namun akhirnya bisa keluar dan jatuh di rawa-rawa.
  • Setelah berjalan lagi, Twig bertemu dengan gadis dari suku Trog. Dia sempat dijadikan peliharaan oleh gadis itu sampai akhirnya gadis itu menjadi Termagant Trog-kaum perempuan trog yang bengis yang berukuran besar dan tidak berambut, melalui semacam ritual dengan meminum cairan dari pohon bloadoak.
  • Selepas dari kum Trog, Twig bertemu dengan Garble-makhluk pendek seperti orang cebol dengan mata kuning.
  • Gabtroll, makhluk yang mempunyai telinga seperti kelelawar dengan tangkai mata yang panjang, tebal, bergoyang-goyang dan pada ujungnya terdapat bola hijau bundar. Setiap beberapa waktu, lidahnya yang kuning panjang menjilati bola matanya yang tidak berkedip. Menjijikkan…. Euh….
  • Perompak langit. Twig bertemu tidak sengaja dengan mereka saat dia melihat adanya badai dengan petir di langit, yang tiba-tiba dia melihat sebuah kapal yang jatuh dari atas. Bertemu dengan beberapa awak kapalnya dengan Kapten Quintinius Verginix-Serigala Awan. Saat menunggu perbaikan kapal dan badai reda, sang kapten bercerita kalau dulu dia mempunyai seorang istri-Maris- yang sedang mengandung. Disaat badai, mereka terdampar di hutan Deepwoods dan Maris telah melahirkan. Pemimpin kapal langit saat itu menyuruh mereka untuk meninggalkan bayinya, akhirnya bayi tersebut ditinggalkan di depan sebuah rumah woodtroll yang sebelumnya anak tersebut dibungkus dengan syal hasil jahitan istrinya yang bergambar pohon lullabee. Istrinya terguncang dan tidak berbicara lagi sejak saat itu sampai meninggal. Dari cerita inilah Twig akhirnya mengetahui bahwa dia adalah anak seorang perompak langit dengan ayah yang bernama Quintinius Verginix dan ibu bernama Maris.

Apakah Twig mendapat pengakuan dari ayahnya?? Hmmm… rasanya ga adil kalau aku ceritakan bagaimana akhir dari buku ini disini. So, baca deh… hohohoho… Jangan takut untuk tidak paham akan makhluk-makhluknya, karena ilustrasinya keren banget dan sangat menunjang imajinasi kita.

Intinya, bisa dibilang, Twig adalah seorang anak dengan petualangan “keluar dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau… terus jatuh tertimpa tangga… ketabrak gajah…dikejar macan… dan sebagainya hal kesialan lainnya deh”. 😀

The Edge Chronicles juga direview oleh :
Mina
Endah

Advertisements

7 Comments »

  1. mina said,

    setuju! Buku super super super keren! Bintang 5 dari 5 dariku!
    aku sedih banget Twig kehilangan Banderbear…. huhuhu… matinya gitu lagi, keterlaluan, bahkan bagi orang dewasa kelewat sadis.
    eh itu Rotsucker super menjijikkan banget gak siiih.

  2. anna said,

    ho oh ya….. sedih banget. Dia meninggalnya setelah menaruh Twig diatas pohon biar ga dimakan wig wig.. heuheuheu…
    Rotsucker?? ihhhhhkhkhk… menjijikkan banget. Dengan menegeluarkan empedunya gitu… pasti bau banget yaa..

  3. ridu said,

    iih serem banget… itu monster2nya.. serem..

  4. away said,

    itu bukunya bahasa indonesia atau inggris?
    koq gak ada harganya juga….

  5. warmorning said,

    uhm ngomong2 ada yg mau minjemin saya gak yah ? 😀

  6. Manik said,

    Kira2 Cerita diatas berasal dari Daerah mana yah?? 😀

  7. anna said,

    @ridu: susah kan ngebayanginnya…

    @away: Bahasa Indonesia donk way… Anna kan ga bisa bahasa inggris 😀 Namanya juga minjem, jadi ga tau harganya hehehe

    @warmorning: tanya minaaaa…. 😀

    @Manik: Wadoh… jangankan daerah, negara mana aja ga ketahuan tuh… hihihi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: