April 30, 2009

Artemis Fowl: The Eternity Code

Posted in Gramedia Pustaka Utama at 2:48 pm by anda07

Artemis Fowl: The Eternity Code
artemis_hijau Oleh Eoin Colfer
Dialih bahasakan oleh B. Sendra Tanuwidjaja
Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, Desember 2006
Sebanyak 424 halaman

Dari cover:
Artemis Fowl menciptakan komputer supercanggih dengan teknologi yang โ€dipinjamnyaโ€ dari Kaum Peri. Di tangan yang salah, komputer C Cube itu bisa menimbulkan kekacauan fatal, baik bagi dunia manusia maupun peradaban peri.
Segalanya jadi kacau ketika Artemis memamerkannya pada pengusaha Amerika yang licik. Apalagi ketika Butler, pengawal profesionalnya yang terkenal tidak terkalahkan, tertembak.
C Cube dirampas si pengusaha dan disimpan di ruangan dengan pengamanan maksimum. Satu-satunya cara mendapatkannya kembali adalah meminta bantuan peri. Mereka setuju tapi dengan satu syarat: segala ingatan Artemis tentang Kaum Peri harus dihapus.

C Cube adalah suatu komputer yang dirancang oleh Artemis dengan gabungan antara teknologi manusia dan teknologi peri. Cube ini tersandi dengan Eternity Code-sandi abadi- dalam hard drive-nya. Omni sensor, sensor ini mampu membaca apa saja yang diinginkan. Cube ini mampu memindai apa saja, sampai ke dunia peri. Juga bisa memecahkan sandi apapun.

Cube ini rencananya ingin dijual oleh Artemis ke Jon Spiro, seorang Miliarder Teknologi Informasi yang sukses dengan masa lalu yang sukses dan kemungkinan punya koneksi dengan mafia. Namun karena sepakat dengan harganya maka Cube itu diambil paksa oleh Jon Spiro yang menyebabkan tertembaknya Butler-pengawal Artemis- oleh Arno Blunt-pengawal Jon Spiro.

Hal ini membuat Artemis syok, namun otaknya cepat berpikir untuk menyelamatkan Butler dengan langkah awal membekukan Butler-kriogenika. Dan satu-satunya yang terpikirkan olehnya yang bisa menyelamatkan Butler adalah para peri.

Dilain pihak, Kapten Holly yang sedang melakukan pengintaian di bumi karena adanya ping ke sistem komputer peri, mendengar ada seseorang yang menyebut-nyebut nama peri yang setelah diselidiki ternyata adalah Artemis. Akhirnya, dengan mengabaikan perintah atasannya, Holly menolong untuk menyembuhkan Butler.

Selanjutnya, usaha untuk mengambil Cube kembali, dengan perjanjian bahwa setelah Cube didapatkan maka semua orang yang terkait/mengetahui tentang peri ingatannya akan dihapus. Hanya menghapus sebagian ingatan yang berhubungan dengan peri saja.

Ditempat lain, Jon Spiro sepenuh tenaga dan pikiran untuk mencoba mengoperasikan Cube. Sampai akhirnya dia minta pertolongan mafia untuk menculik Artemis. Dan ternyata orang yang disuruh oleh mafia tersebut adalah -salah satunya- Mulch Diggums, kurcaci buronan yang telah mencuri emas peri. Saat tau kalau mafia ini ingin menculik Artemis, alih-alih membantu mafia, Mulch Diggums malah membocorkan rencananya ke Artemis.

Dari sini, dimulailah kerjasama manusia, peri dan kurcaci. Dan ketegangan pun dimulai. Mulai dari cara masuk ke markasnya Jon Spiro dengan manjat tembok, membobol pertahanan kantor itu yang ternyata sudah diketahui oleh Jon Spiro. Adu strategi, kecerdasan, dan kelicikan. Dan saat terakhir, ketika Artemis dan Butler bersaudara akan dihaDijamin seru deh hehehe…. Apalagi ada adiknya Butler yang dikit-dikit nonjok, kerennnnn…

Lanjutannya dibaca sendiri lebih oke deh… ๐Ÿ˜€

Advertisements

April 28, 2009

Artemis Fowl: The Arctic Incident

Posted in Gramedia Pustaka Utama at 10:37 am by anda07

Artemis Fowl: The Arctic Incident
artemis_biru Oleh Eoin Colfer
Dialih bahasakan oleh B. Sendra Tanuwidjaja
Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, September 2006
Sebanyak 360 halaman

Di buku ini diceritakan lebih banyak tentang ayah Artemis yang dianggap oleh orang sudah meninggal kecuali Artemis. Dan setelah dua tahun, Artemis yang berusia 13 tahun mendapat email-tepatnya Butler yang mendapatkan nya pertama kali- yang berisi video penyanderaan ayahnya. Butler langsung memberitahukan kepada Artemis yang sedang berada di Sekolah Saint Bartleby, Irlandia. Dan akhirnya bertekad untuk membebaskan ayahnya dengan mencoba mencari tahu dimana ayahnya disandera.

Dilain tempat, di elemen bawah tanah, tempat para peri, terjadi kekacauan. Ada penyusupan yang membuat kacau sistem para peri. Holly Short yang dipindahkan dari LEPrecon ke Pasukan Reconnaissance-pasukan pengintai- setelah insiden Artemis Fowl saat ia ditangkap dan disandera untuk diminta emas tebusan, menduga hal itu ada kaitannya dengan orang yang tahu tentang peri, dan sepertinya Artemis terlibat. Diwawancarailah Artemis oleh Holly dan Kapten Root. Artemis tentu tidak bersalah, dan menawarkan diri untuk membantu mencari dalang penyusupan dengan syarat para peri juga membantu dia untuk membebaskan ayahnya yang disandera di Murmansk, Rusia Utara oleh mafiya Rusia. Namun, bukan Artemis namanya apabila membantu orang lain tanpa ada imbalan. Yup, dia mau membantu asal para peri juga membantunya untuk membebaskan ayahnya.

Di buku 2 dari seri Artemis Fowl ini, lebih bercerita tentang bagaimana Artemis bersikap terhadap semua orang demi keselamatan ayahnya. Ada kerjasama antara peri dan manusia. Juga ada intrik internal di Police Plaza, Heaven City. Peran Artemis kurang di buku ini. Lebih banyak peran dari Kapten Holly, Mulch Diggums, dan Foaly serta tokoh baru dari Koboi Laboratories-Opal Koboi, peri jenis Pixie yang ingin menguasai heaven City yang memanfaatkan kelompok triad Bโ€™wa Kell, goblin.

Namun, seperti buku sebelumnya, The Arctic Incident cukup seru untuk dibaca, dimana puncak ketegangan tidak hanya diakhir buku, tapi di mulai dari pertengahan sampai akhir. Dan kali ini, Mulch Diggums kerennnn ๐Ÿ˜€

Terpikirkan, bagaimana kalau Artemis dan Foaly diadu kecerdasan. Pasti keren …. ๐Ÿ˜€ Foaly yang suka meremehkan orang lain versus Artemis yang juga merasa lebih pinter dibandingkan yang lain ๐Ÿ™‚