September 25, 2008

The Alchemyst

Posted in Buku at 1:11 pm by anda07

Sebelumnya, HATI-HATI SPOILER…. 😀

The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel: The Alchemyst
Oleh Michael Scott
Diterjemahkan oleh Berliani M. Nugrahani
Diterbitkan oleh Penerbit Matahati, 2007
Sebanyak 503 halaman

Sebagian dari kisah yang diceritakan di buku ini adalah nyata, sebagian legenda dan sebagian lagi karangan dari pengarangnya.

Sebuah kisah tentang Nicholas Flamel (bagi pembaca Harry Potter, apa yang kalian ingat tentang Nicholas Flamel???), berusia sekitar 600 tahun, seorang manusia, seorang alkemis yang termashur di masanya yang menemukan-tepatnya membeli- sebuah buku “Abraham the Mage (Abraham sang Magus) atau codex” yang ternyata merubah kehidupannya menjadi abadi. Buku ini mengandung ramalan-ramalan, ada juga tentang sihir-sihir, cara membuat ramuan hidup abadi, cara merubah logam biasa menjadi emas, cara mengubah batu krikil menjadi batu permata, ada pula mantra untuk menjauhkan penyakit dan kematian dari manusia.

Nicholas Flamel dengan nama samaran Nick Fleming dengan istrinya –Perenelle Flamel– atau Perry tinggal di San Fransisco dengan pekerjaan mengelola sebuah toko buku “Small Book Shop”. Pada suatu hari, dia didatangi oleh seorang laki-laki yang bernama dr. John Dee yang ternyata adalah musuh bebuyutan Nicholas. Pertemuan Nick dan Dee ini adalah untuk memperebutkan Codex yang akhirnya menyebabkan terjadinya perkelahian sihir dan melibatkan sepasang saudara kembar berumur 15 tahun, Josh dan Sophie Newman. Dalam perkelahian itu, Dee dapat mengambil buku Abraham sang Magus dan juga dapat menculik Perry. Namun Josh sempat mengambil 2 lembar kertas dari Codex yang ternyata isinya adalah Final Summoning-Pemanggilan Terakhir- yang mana tanpa dua lembar kertas itu maka Codex masih tidak dapat digunakan.

Siapakah Dee?? Dr. John Dee adalah seorang pria berumur hampir 500 tahun, seorang alkemis, penyihir, mantan tangan kanan Ratu Elizabeth I dan juga mantan murid dari Nicholas yang akhirnya memilih untuk menjadi abdi dari Morrigan –salah satu dari keturunan Dark Elder-Tetua Gelap- yang bernafsu untuk menguasai dunia.

Kembali ke kisah sang alkemis. Setelah perkelahian, Nick merasa kalau dia harus pergi dari tempat itu beserta dengan si kembar untuk berlindung sementara waktu. Dia harus menemukan istrinya dan kembali mendapatkan Codex karena tanpa Codex, dia tidak dapat membuat ramuan hidup abadinya (yang harus dibuat tiap bulan dengan bahan-bahan segar) yang berarti dalam satu bulan dia akan terus menua dan akhirnya mati. Dan apabila mereka mati maka kejahatan yang telah begitu lama dilawannya akan menang, Ras Elder-Tetua- akan kembali menguasai bumi.

Dia memilih untuk pergi ke alam bayangan HekateGoddes of Three Faces (dewi berwajah tiga). Dalam perjalanannya, mereka diikuti oleh para tikus-tikus yang dijadikan mata-mata oleh Dee dan para burung gagak yang merupakan bawahannya Morrigan, sehingga membawa Dee untuk pergi ke tempat Scathach atau Scatty-seorang anggota Ras Tetua, yang berusia jauh lebih tua dari Nicholas, yah sekitar 2517 tahun. Dari rumah Scatty, mereka pergi ke alam bayangan Hekate.

Di tempat Hekate ini, Nicholas akhirnya menjelaskan bahwa ternyata dalam diri si kembar, Josh dan Sophie, tersimpan kekuatan hebat yang kelak dapat digunakan untuk menyelamatkan dunia, sesuai dengan ramalan dalam Codex dan diperkuat oleh Hekate yang melihat aura si kembar yang murni, Josh dengan aura emas berbau Jeruk dan Sophie dengan aura perak berbau es krim vanilla. **Perlu diketahui, katanya, semua manusia mempunyai aura(medan listrik yang menyelimuti tubuh), cuma ada yang bisa melihatnya dan ada yang tidak. Jadi, aura ku apa yah?? Ada yang bisa melihatnya atau mencium baunya???**

Di tempat Hekate ini, di Pohon Dunia-World Tree, yang merupakan bagian kekuatan Hekate- akhirnya aura si kembar dibangkitkan. Namun baru separuh dari prosesi pembangkitan aura Sophie, Josh malah belum dibangkitkan auranya, alam bayangan diserang oleh Dee, Morrigan, Bastet dan sekutu-sekutunya -gagak, dan kucing. Pohon Dunia dibakar dan dihancurkan dengan pedang es, Excalibur **pernah dengar nama pedang ini dimana yah??**, dan akhirnya membunuh Hekate. Ini membuat Nicholas, Scatty, Josh dan Sophie harus pergi.

Dengan bantuan Perry, yang walaupun ditahan oleh para Golem, anak buahnya Dee, masih bisa menolong dengan sihir jarak jauhnya dan dengan perantaraan tubuh Sophie.

Mereka pergi ke Selatan, ke Ojai, ketempat Neneknya Scatty, Dora Witcherly. Disini, Sophie diajarkan cara untuk melindungi diri yang belum sempat di ajarkan oleh Hekate dan Dora juga “menumpahkan” semua pengetahuannya kepada Sophie.

Terus bagaimana dengan Josh? Tentu saja dia merasa iri dan merasa tidak mengenal saudaranya lagi. Hal ini lah yang sempat dimanfaatkan oleh Dee, yang datang ke Ojai. Namun ternyata, perasaan sayang Josh kepada saudaranya masih lebih besar daripada rasa irinya.

Saat Dee datang dan menyebabkan -lagi-lagi- perkelahian sihir yang menghancurkan rumah atau toko Dora, Dora menyuruh Nick, Scatty, Josh dan Sophie untuk pergi dengan melalui gerbang Ley-semacam lorong waktu untuk pergi ke tempat lain. Gerbang Ley itu ditandai dengan sebuah cermin yang besarnya setinggi orang dewasa. Tujuan dari Gerbang itu adalah Paris. Saat mereka berempat sudah masuk dalam Gerbang, Dora menjatuhkan pintu masuk gerbang (cermin) dan lalu mengorbankan dirinya dengan menghancurkan rumahnya sendiri termasuk dia didalamnya.

Berakhir untuk The Alchemyst. =====> berlanjut ke The Magician

Keterangan tokoh-tokoh yang ada dalam buku ini:

Nicholas Flamel: lahir di Paris pada tanggal 28 September 1330. Dikenal sebagai Alchemyst termasyhur dimasanya.
Perenelle Flamel: Istri Nicholas Flamel, berumur sepuluh tahun lebih tua dari Nicholas. Lebih suka mempelajari tentang sihir. Anak ketujuh dari 7 bersaudara di barat laut Perancis. Sentuhannya dapat menyembuhkan, dapat berbicara dengan arwah dan kadang dapat melihat sekelumit masa depan.
Josh dan Sophie Newman: kembar yang tidak identik. Anak dari orang tua yang bekerja sebagai arkeolog. Berada di San Fransisco dalam rangka liburan musim panas. Bekerja sementara di Small Book Shop (Josh) dan di Coffe Cup (Sophie).
Dr. John Dee: lahir tahun 1527, merupakan tangan kanan Ratu Elizabeth I sebagai penasehat, penerjemah, ahli matematika, astronom dan ahli astrologi pribadi. Seorang penyihir terhebat dimasanya. Pernah jadi murid Nicholas Flamel sebelum menjadi ksatria Tetua Gelap.
Scathach atau Scatty :seorang anggota Ras Tetua dan termasuk dalam Klan Vampir yang vegetarian, yang dalam mitologi disebut Gadis petarung, sang bayangan, pembasmi iblis, pencipta raja, pencipta gerakan Judo
Morrigan : Crow Goddes (Dewi Gagak), yang dipuja dan sangat ditakuti diseluruh kerajaan Celtic sebagai Goddes of Death-Dewi kematian dan bencana.
Hekate : Goddes of Three Faces (dewi berwajah tiga). Yang mana saat pagi hari, Hekate berwujud seperti anak-anak berumur belasan tahun, siang hari berwujud seperti wanita dewasa dan malam hari berwujud seperti orang tua. Dan saat malam hari ini adalah saat terlemah bagi Hekate.
Bastet : Dewi Kucing Mesir. Wanita bertubuh manusia namun kepala menyerupai kepala kucing.
Ras Tetua: makhluk hidup yang berpenampilan seperti manusia –kadang-kadang- namun memiliki kekuatan dewa. Terbagi 2 kelompok; yang menganggap manusia setara dan yang menganggap manusia hanya sedikit lebih baik daripada budak dan makanan.
Dora Witcherly : Witch of Endor-Penyihir mematikan dari Endor, Mistress of the Air-Penguasa Udara
Golem: makhluk yang tidak memiliki pikiran, diciptakan dari campuran lumpur, batu atau kerikil untuk mengisi bahan dagingnya dan dihidupkan oleh sebuah mantra sederhana yang ditulis diatas sehelai perkamen dan dijejalkan kedalam mulut mereka.
Kalau kalian pernah membaca buku “The Bartimaeus”, disitu juga ada disinggung tentang Golem.

Advertisements

September 22, 2008

Garden of The Purple Dragon

Posted in Buku at 11:20 am by anda07

Garden of The Purple Dragon
Oleh Carole Wilkinson
Diterjemahkan oleh Claudia
Diterbitkan oleh Penerbit Matahati, 2008
Sebanyak 422 halaman

Buku ini adalah lanjutan dari Dragon Keeper. Yang mana di Dragon Keeper, Ping yang ditinggal sendiri oleh Long Danzi dan Hua yang pergi ke pulau penuh berkah dengan anak dari Danzi yang diberi nama Long Kai Duan -Kai-seekor naga yang berwarna ungu. Ping yang tidak tahu harus tinggal dimana, merasa harus menjauh dari semua orang yang mungkin akan mengambil dan membunuh Kai, menjauh dari kekaisaran yang telah ditinggalkannya. Namun dia akhirnya memilih tinggal di Goa di Pegunungan Tai Shan, dekat Kolam Naga Hitam, yang menurut Ping merupakan tempat teraman karena tidak ada orang lain yang berani masuk ke Tai Shan kecuali kaisar sendiri.

Dengan bekal yang sangat sedikit yang diberikan oleh Danzi, Ping merawat Kai seperti merawat anak manusia. Berbicara dengan bahasa manusia, memberi makanan dan susu. Kai sangat suka berenang, suka mengganggu Ping dengan cakar-cakarnya apabila dia lapar atau ingin mengajak Ping bermain. Ping tidak suka, ini membuatnya stress dan merasa Kai ga seperti Danzi. Ping juga merasa kesal dengan Danzi yang terlalu sedikit memberi penjelasan tentang cara merawat bayi naga. Ping tidak sadar kalau Kai sebenarnya bisa berbicara dan Ping juga bisa mengajaknya bicara tapi dari pikiran bukan dari yang terucap di mulut, sama seperti Ping berbicara dengan Danzi dulu.

Pada suatu hari, turun hujan deras, Kai sangat lapar, Ping terpaksa berhujan-hujanan pergi keluar dengan maksud untuk memerah susu domba. Namun yang ditemuinya adalah domba yang mati dengan leher teriris. Perasaan Ping menjadi tidak enak, sama seperti dia didekat bahaya necromancer atau pemburu naga. Dengan bergegas Ping kembali ke Goa dan ingin membawa Kai pergi jauh dari kolam naga hitam.
Saat Ping merasa aman, ternyata yang ditakutkannya terjadi. Si necromancer mendatangi persembunyiannya, bermaksud untuk mengambil Danzi dan batu (dia tidak tahu kalau batu itu adalah telur dan sudah menetas). Disaat-saat genting, Ping mendapat bantuan dari seorang tikus yang datang menunggangi burung Phoenix, dialah Hua yang datang dikirim oleh Danzi dari pulau penuh berkah.

Selamat dari necromancer, Ping, Kai dan Hua ditangkap oleh pengawal kaisar. Ping disuruh tinggal di Pondok Ming Yang dan mendapat kembali jabatannya sebagai pengurus naga kekaisaran. Sebagai wujud rasa senang Kaisar Liu Che akan hadirnya naga kecil yang berwarna ungu, dibuatlah Taman Naga Ungu-Garden of the Purple Dragon-sebagai rumah dari naga yang terakhir. Namun dibalik sikap kaisar yang sepertinya sangat sayang pada Kai, Kaisar ternyata sangat terobsesi pada keinginan nya untuk awet muda dan hidup abadi sampai beratus-ratus tahun. Kaisar bersekutu dengan si necromancer untuk mendapatkan darah Kai sebagai obat awet mudanya.

Ping tidak mengetahuinya sampai dia ditinggalkan disuatu tempat yang jauh dari Pondok Ming Yang. Tempat dimana keluarga Yu, keluarga keturunan pengurus Naga terdahulu yang diperkirakan oleh Ping sebagai keluarganya. Dia ditinggalkan oleh Dong Fang Suo-penasihat kaisar-, Kai dan Jun –anak salah seorang dari keluarga Yu- ditengah jalan dan jatuh kejurang. Dengan setengah sadar, Ping berjalan dan akhirnya pingsan disuatu tempat yang tidak dikenalnya, yang ternyata, dia ditolong oleh ibu kandungnya sendiri yang bukan berasal dari keturunan keluarga Yu tetapi dari turunan keluarga Huan **catt: keluarga pengurus naga secara turun temurun hanya dari 2 keluarga yaitu Yu dan Huan**
Ditengah kebahagiaannya bertemu keluarganya, Ping disadarkan akan tugasnya untuk menjaga Kai. Danzi telah mempercayakan Kai pada nya dan Ping tidak ingin mengingkari janjinya.
Ping meninggalkan keluarganya dan kembali ke pondok Ming Yang. Namun sesampainya disana, tak ada seorangpun di Ming Yang, tapi mata batin Ping seakan mendengar suara kesakitan Kai. Dari sini, dimulai lah penyelamatan Ping terhadap Kai…

Bagaimana cara Ping menyelamatkan Kai? Bagaimana sikap Kai terhadap Ping selanjutnya? Untuk lengkapnya, ada baiknya kalian baca sendiri aja yaaa…. 😀

September 4, 2008

Twilight

Posted in Buku at 11:11 am by anda07

Twilight
Oleh Stephanie Meyer
Dialih bahasakan oleh Lily Devita Sari
Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008
Sebanyak 520 halaman, 20 cm

Salah satu dari sekian banyak buku yang pernah kubaca yang mana saat membacanya susah untuk berhenti.

Menceritakan tentang seorang cewek –Isabella Swan (Bella)– berumur 17 tahun yang berasal dari keluarga dengan orang tua yang berpisah. Seorang cewek yang tidak percaya diri, tidak pernah punya pacar, merasa diri tidak cantik, dan bermasalah dengan keseimbangan.
Semua tadinya seakan bertambah buruk saat dia memutuskan pindah dari Phoenix (rumah ibunya) ke Forks (rumah ayahnya), pindah dari daerah yang penuh dengan cahaya matahari ke daerah yang hampir tidak terlihat cahaya matahari sama sekali, selalu mendung, atau berkabut, atau hujan, atau bersalju. Namun saat dia memasuki sekolah pertama di sana, dia menjadi pusat perhatian semua orang terutama para cowok.
Semua tidak menarik perhatiannya, sampai pada keluarga Cullen, yang terdiri dari dr. Carlisle Cullen, Esme, Emmet, Rosalie, Jasper, Alice dan Edward Cullen. Sebuah keluarga yang semua berwajah tampan dan cantik namun terlihat pucat dan seakan menunjukkan kekejaman.

Saat memasuki sebuah kelas Biologi yang membuatnya harus satu meja dengan Edward Cullen –bagian dari keluarga Cullen yang paling cakep-, membuatnya tidak karuan. Edward bersikap seakan-akan sangat membencinya, padahal mereka belum saling kenal. Ini sangat membuat sakit hati Bella. Beberapa hari berikutnya Edward tidak masuk sekolah. Dan saat dia terlihat disekolah kembali, sikapnya terhadap Bella berubah 180 derajat. Dia menjadi sangat baik.
Tentu saja ini mengherankan tapi juga sangat menyenangkan hati Bella. Bagaimana tidak??? Dia akhirnya berteman dengan orang yang sangat cakep….. 😀 Akhirnya dia jatuh cinta, untuk yang pertama kalinya.

Namun ternyata, seiring waktu dia mengetahui kalau Edward adalah seorang Vampir. Apakah dia terkejut saat mengetahui ini??? TIDAK!! Itulah yang mengherankan Edward. ** kalau aku sih langsung kabur mungkin setelah tau kalo pacarku vampir** Sikap Bella sangat biasa, bisa menerima keadaan Edward, padahal saat mereka sedang berduaan, nyawa Bella bisa saja menjadi taruhan.
Cinta nya membuatnya yakin kalau Edward tidak akan mengisap darahnya. Cintanya juga yang bisa membuatnya menaruh kepercayaan setingggi-tingginya terhadap kekasihnya.

Cinta Bella tidak bertepuk sebelah tangan karena Edward juga mencintainya. Edward, seorang-tepatnya 1 dari 7 orang yang diadopsi oleh Cullen-vampir yang tidak menghisap darah manusia (hanya darah binatang), vampir yang memiliki kemampuan untuk mendengarkan pikiran manusia –kecuali Bella-, mempunyai kecepatan lari yang luar biasa….. Jatuh cinta pada seorang manusia, sangat mencintainya…. ingin melindunginya…
Apalagi saat sekelompok vampir pemburu yang sangat bernapsu untuk mengisap darah Bella, terlihat betapa Edward berusaha untuk melindunginya. Susah untuk diceritakan bagaimana cara Edward dan keluarganya menyelamatkan Bella,, sebaiknya dibaca sendiri saja yah…..

Inilah kisah tentang cinta terlarang seorang VAMPIR dengan MANUSIA.
Cinta yang membuat buta manusia akan kenyataan yang seharusnya.
Dan cinta yang membuat manusia itu -mungkin-mau menyerahkan darahnya dengan sukarela untuk seorang vampir.

Jadi apa hubungannya kisah cinta vampir dan manusia ini dengan judul “Twilight”??? Yahh.. karena, saat twilight itulah saat dimulainya hari dari para vampir… saat dimana mereka bisa keluar rumah tanpa takut terkena matahari…. Saat kehidupan mereka dimulai….

Kisah dibuku ini membuat yang membacanya tidak akan berhenti saat memulai sampai mengakhirinya.
Review lain tentang Twilight bisa diliat di sini

NB. Jangan tanya harga buku ini padaku,, karena aku bisa baca buku ini juga minjem ama seorang teman 😀

Next page