January 27, 2010

Magyk

Posted in Matahati at 11:09 am by anda07

Karya Angie Saga
Diterjemahkankan oleh Febri Elviria
Diterbitkan oleh Penerbit Matahati, November 2007
Sebanyak 687 halaman

Ini adalah buku satu dari tetralogy Septimus Heap. Cerita tentang seorang anak yang bernama Septimus Heap, anak laki-laki ketujuh dari seorang ayah yang juga putra ketujuh yaitu Silas Heap dan ibunya Sarah Heap. Silas dan Sarah adalah penyihir. Suatu legenda bahwa anak laki-laki ketujuh dari putra ketujuh memiliki suatu magyk, kekuatan sihir yang hebat.

Secara singkat, beginilah ceritanya:

Suatu waktu, seorang bayi ditemukan oleh Silas Heap diatas salju di hari yang sama saat sang Ratu dikabarkan meninggal dan bayi -Septimus Heap- dinyatakan meninggal dan dibawa paksa oleh bidan yang merawatnya dan penyihir luar biasa-Alther- juga meninggal terbunuh digantikan oleh Marcia Overstrand-muridnya.
Bayi-yang ternyata perempuan- yang dibawa Silas diangkat anak oleh Sarah dan Silas dan sebagai pengobat kesedihan mereka dan diberi nama Jenna.

Sepuluh tahun kemudian, Jenna sangat terlihat jelas berbeda dari keenam kakak laki-lakinya yang semua bermata hijau cerah sedangkan Jenna bermata ungu. Hal ini akhirnya diketahui oleh Dom Daniel-necromancer jahat, mantan penyihir luar biasa yang dibunuh oleh Alther- yang merencanakan pembunuhan terhadap Jenna dan seluruh keluarga Heap. Untungnya Marcia mengetahui hal ini lebih dahulu dan melindungi Jenna di Menara penyihir. Namun menara penyihir pun dikuasai oleh Don Daniel sehingga dengan terpaksa harus membawa Jenna ke sebuah rawa-rawa Maram tempat tinggal seorang penyihir putih, Zelda Zanuba Heap, bibi dari anak-anak keluarga Heap.
Sebelumnya, Marcia dan Jenna sempat menolong seorang prajurit yang hampir mati kedinginan yang dipanggil oleh mereka dengan nama Bocah 412 (karena hanya nama itu yang disebutkan anak laki-laki itu).

Ditempat ini Marcia mengetahui ada kekuatan tersembunyi dalam tubuh bocah 412, dia memiliki kekuatan magyk alami. Marcia mengajarkan pada Jenna dan bocah 412 ilmu sihir.

Namun, Dom Daniel akhirnya mengetahui dimana Jenna berada dan menyerang tempat itu. Zelda menyuruh mereka bersembunyi di sebuah lorong dibawh rumah. Tanpa diketahui ternyata dilorong itu tersembunyi sebuah kapal naga yang telah ada disitu selama bertahun-tahun sejak ratu meninggal, menunggu untuk dibangunkan oleh seorang ratu lain dan disentuh oleh seorang penyihir yang mempunyai magyk alami.

Saat Jenna dan bocah 412 memasuki/menaiki kapal Naga, kapal itu bergerak dan berbicara-lewat pikiran- pada Jenna. Dan dengan bantuan kapal Naga itulah Jenna dan bocah 412 menghancurkan Dom Daniel.

Nah, kenapa bocah 412 selalu terkait dengan setiap bab cerita ini? Ya, bocah 412 adalah si Septimus Heap.
Tadinya dia tidak mengetahui asal-usul dirinya. Yang dia tahu, dia besar di sebuah tempat prajurit dan menjadi prajurit dengan nama bocah 412. Namun ternyata dia adalah si Septimus Heap. Dia diculik oleh bidan-kaki tangan Dom Daniel- yang mengatakannya sudah meninggal, namun pesuruh Dom Daniel salah dalam mengambil Septimus, yang diambil dan dianggap sebagai Septimus adalah anak kandung dari bidan itu sedangkan Septimus dianggap sebagai anak bidan (maksudnya — tertukar).

Begitulah asal usul dan awal dari kehidupan, cerita dan petualangan Septimus Heap.

Selanjutnya Buku 2 —–> Flyte

gambar dari sini

May 29, 2009

The Mysterious Benedict Society-Persekutuan Misterius Benedict

Posted in Matahati at 10:24 am by anda07

The Mysterious Benedict Society-Persekutuan Misterius Benedict
benedict Oleh Treton Lee Stewart
Diterjemahkan oleh Maria M. Lubis
Penerbit Matahati, Februari 2009
Sebanyak 574 halaman

Suatu perkumpulan yang digawangi oleh Mr. Benedict yang mempunyai kelainan yang disebut narcolepsy-serangan tidur lelap yang tiba-tiba dan tidak dapat dikendalikan. Anggota dari perkumpulan ini adalah sekelompok anak-anak yang dipilih dari suatu test yang sengaja diadakan secara terselubung dan cukup aneh, dimulai dari sebuah iklan yang bertajuk ”APAKAH KAU SEORANG ANAK BERBAKAT YANG MENCARI KESEMPATAN ISTIMEWA?”
Dari test yang diadakan 3 tahap ini didapatkan 3 anak, yaitu :

  • Reynard ”Reynie” Muldoon;berusia 11 tahun, tinggal di panti asuhan Stonetown, cukup pintar, bagus dalam hal teka teki, sering diejek oleh teman-temannya karena sikap menyendirinya, yang lebih memilih untuk berada diperpustakaan daripada bermain, tidak suka nonton TV
  • George ”Sticky” Wasington; 11 tahun, tidak punya tempat tinggal karena kabur dari rumah karena menduga orang tuanya tidak menginginkannya dan hanya memanfaatkan kepintarannya saja, cepat gugup, berwawasan luas, apa yang dia baca akan langsung menempel diotaknya.
  • Kate Wetherall; 12 tahun, tadinya tinggal dipanti asuhan sampai akhirnya kabur dan bergabung dengan sebuah sirkus keliling, selalu membawa ember yang berisi pisau lipat Swiss Army, senter, senter pena, lem, kelereng, ketapel, senar, pensil, penghapus, magnet berbentuk tapal kuda, tali nilon, dan teleskop yang disamarkan sebagai kaleidoskop; bias memperkirakan jarak dalam sebuah ruangan,

Satu anak tidak diketahui kenapa terpilih;

  • Constance Contraire; asal usul tidak jelas, cepat marah, cepat lapar, bandel, kalau sudah tidur susah bangun, dan ternyata usianya baru 2 tahun lebih-baru diketahui diakhir buku.

Mereka terpilih untuk mengungkap sebuah pesan tersembunyi -yang disamarkan di televisi yang hanya dapat diketahui dengan frekuensi tertentu- yang tidak terdengar tapi berpengaruh di benak manusia.
Mr. Benedict yang mengirim ke 4 anak ini ke sebuah tempat terpencil yang oleh orang umum sebagai sekolah padahal sebenarnya adalah suatu tempat untuk mendidik anak-anak untuk menyampaikan pesan, L.I.V.E (Learning Institute for the Very Enlightened) di Pulau Nomansan yang digawangi oleh Mr. Curtain (Ledroptha Curtain).
Tugas mereka hanya mencari tahu dan melaporkan kepada Mr. Benedict yaang berada diseberang pulau dengan menggunakan kode Morse, sedangkan Mr. Benedict pasti akan membalasnya juga dengan kode Morse tetapi menggunakan Kriptogram-pesan rahasia yang berupa teka teki sehingga harus dipahami dulu maksudnya.
Dan saat keempat anak ini masuk dan tinggal Institut, maka petualangan mereka pun dimulai.

Dimulai dari perkenalan Institut oleh senior mereka; penjabaran peraturan-peraturan yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan dan penelusuran tempat-tempat disekitar Institut.
Sebelum pelajaran dimulai, ada pembukaan yang disampaikann oleh Mr. Curtain, dan ternyata wajah dari Mr. Curtain ini sangat mirip dengan Mr. Benedict, namun bedanya melihat Mr. Curtain menimbulkan ketakutan dan dia seperti tidak bisa memahami anak-anak sedangkan Mr. Benedict sangat memuja anak-anak dan sangat memahami mereka, dan ternyata juga mempunyai penyakit yang sama-narcolepsy– yang akan kambuh bila dia dalam keadaan sangat marah. Hal ini disampaikan oleh ke 4 anak ini pada Mr. Benedict dan sepertinya Mr. Benedict pun baru mengetahuinya.

Pelajaran dimulai. Tidak seperti di sekolah-sekolah biasa, pelajaran disini dimulai dengan hafalan-hafalan yang sebenarnya merupakan dasar untuk membentuk benak anak-anak sehingga mereka melupakan hal-hal lain selain apa yang dihafalkan, seperti menghipnotis dan mencuci otak secara pelan-pelan. Begitulah pelajaran itu berlangsung terus menerus.

Sampai pada suatu hari diketahui bahwa Mr. Curtain akan mulai mempercepat “langkah”nya, Yaitu:

  • menyebarkan epidemi amnesia (Sudden Amnesia Disease=Penyakit Amnesia yang tiba-tiba); penyakit yang menyebabkan kehilangan ingatan total pada orang yang mengalaminya
  • pengobatannya: akan dilakukan di Pulau Nomansan oleh para murid Institut; dengan memasukkan ingatan-ingatan yang menyebabkan kita tidak merasakan sedih tapi malah bahagia dengan alat/ mesin “Sang Pembisik”.

Mr. Benedict menganjurkan untuk 4 anak ini kabur dengan bantuan Milligan, tapi karena rasa ingin tahu tepatnya rasa ingin membantu dan keinginan menyelesaikan masalah sehingga membuat mereka tidak ingin pergi dari Institut ini.

Bagaimana cara mereka sampai bisa menggagalkan rencana Mr. Curtain?? Sepertinya akan sangat panjang bila diceritakan disini, jadi saya sarankan untuk dibaca sendiri aja yah 😀

Cerita di novel ini cukup mendetail sehingga cukup membuat kita memahami karakter masing-masing tokohnya, kecuali Constance yang baru ketahuan tentang dirinya dan perannya diakhir buku.

Catatan:
Tokoh lain yang berperan dalam misi 4 anak ini adalah :

  • Nomor 2; nama asli tidak diketahui, badan kurus seperti pensil, jarang atau hampir tidak pernah tidur, mulutnya selalu berisi atau selalu ngemil.
  • Rhonda Kazembe; sudah dewasa tapi berbadan kecil.

Dua orang ini selalu berada disamping Mr. Benedict untuk menjaganya agar tidakmenyakiti diri sendiri saat serangan narcolepsy muncul.

  • Milligan; hilang ingatan, asal usul tidak diketahui sampai diakhir buku yang ternyata dia adalah ayahnya Kate, nama Milligan dipilihnya dari ingatan tentang kata-kata Mill again (dari kata-kata Kate kecil). Bertugas dalam menjaga anak-anak bila diperlukan, samarannya sebagai tukang kebun. Ternyata juga pernah diculik oleh Mr. Curtain namun sebelum otaknya selesai ”dicuci”, dia dapat melarikan diri.

Tentang Sang Pembisik;
kerjanya mentransmisikan pikiran dan menerima pikiran sehingga dapat menjadi alat penyembuh masalah serius dalam pikiran. Sang pembisik ini bekerja bila terhubung dengan Mr. Curtain, dan supaya dapat bekerja maka sang pembisik memerlukan pikiran yang tidak rumit, yaitu anak-anak, sehingga anak-anak akan berfungsi sebagai penyaring pikiran dari Mr. Curtain.

Yah, saya tau keterangan saya sedikit membingungkan hehehe.. Jadi IQRA…. bacalah!! 🙂