January 27, 2010

Maximum Ride: The Final Warning

Posted in Gramedia Pustaka Utama at 10:38 am by anda07

Oleh James Patterson
Dialih bahasakan oleh Poppy Damayanti Chusfani
Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, Juni 2009
Sebanyak 320 halaman

Kalian tau, tadinya saya pikir Maximum Ride cuma sampai buku 3, ternyata masih ada buku 4 nya hehehe..
Oke, sebelum membaca buku ini saya menduga-duga, apa yang diceritakan oleh James Patterson, karena setahu saya Max dan kawan-kawan hanya bermusuhan dengan Itex, sedangkan Itex sudah dihancurkan pada cerita di buku 3. Setelah membaca buku ini-yang terdiri dari 74 bab dengan bab 34 yang hilang/tidak ada/kesalahan cetak kata pihak GPU- yahhh saya sedikit kecewa juga, karena aksi Max dan kawan-kawan kurang banyak bahkan mungkin sangat sedikit sekali.

Diawali dengan upacara pemakaman sederhana Ari, saudara satu ayah dengan Max. Dilanjutkan dengan pertemuan Max, Fang, Nudge, Iggy, Gasman, Angel, Total, Jeb dan dr. Martinez dengan pihak petinggi di Gedung Putih Washington. Niat para petinggi ini adalah untuk menyelamatkan/melindungi para kawanan dengan memberikan mereka sekolah khusus untuk para -bisa disebut- mutan untuk mereka tinggal. Para petinggi itu tidak tahu kalau sekolah ada suatu hal yang sangat menakutkan bagi Max dan kawan-kawan. Sehingga tentu saja mereka dengan tegas menolak.
Di Washington ini juga mereka sempat ingin dibunuh dengan cara meletakkan bom didalam pizza yang diketahui oleh Gasman tepat sebelum meledak sehingga mereka sempat menghindar dari ledakan.

Dr. Martinez akhirnya mempunyai ide dengan mengirim Max dan kawanannya mengikuti sebuah grup penelitian-Lembaga Sains Bumi Internasional- di sebuah “kapal penelitian” yang bernama Wendy K yang meneliti pemanasan global di Antartika. Disini ada beberapa kejadian, diantaranya Iggy yang bisa melihat bila berada disekeliling warna putih, Total yang jatuh cinta pada seekor anjing Malamut-bernama Akila. Dan sebelumnya, Fang bisa menghilang bila dia diam tak bergerak, Iggy yang bisa mengenali warna benda hanya dengan menyentuhnya tanpa melihat-tentu saja karena dia buta-, Angel yang bisa berubah bentuk, dan Nudge yang bisa menarik besi/baja-semacam mempunyai kekuatan magnet.
Di kapal ini juga ada kecemburuan Max terhadap dr. Brigid Dwyer-mantan murid dr. Martinez- yang sepertinya sangat dikagumi oleh Fang.

Setelah beberapa waktu di Antartika, terjadilah kejadian penculikan terhadap ke enam kawanan ini+Akila. Bukannya mereka tidak melawan, tetapi penyergapan dilakukan saat badai salju dan saat Max, Fang, Nagel, Total dan Akila terjebak di badai salju tersebut dan sudah dalam keadaan hipotermia. Penculikan ini dilakukan oleh robot yang diprogram untuk membunuh yang sangat sensitif terhadap gerakan ancaman bernama Gozen. Penculikan ini didalangi oleh Uber Direktur, seorang yang cukup menjijikkan. Kurasa tadinya manusia namun tidak bertahan hidup lalu ditopang oleh selang-selang + alat-alat mekanis sehingga tubuhnya perpaduan alat-alat elektronik + bagian-bagian tubuh yang terbuka dengan tidak lazimnya. Niat utama Uber Direktur adalah untuk menjual Max dan kawan-kawan pada para penjahat diseluruh dunia dengan melelang mereka di Miami. Jadilah Max dan kawanan dibawa dari Antartika ke Miami.

Hari pelelangan, saat itu terjadi angin topan kategori empat sampai lima yang berarti kota sudah dievakuasi sedangkan yang tertinggal hanya Max dan kawanan serta Uber Direktur dan serdadu robotnya. Dan saat mau dilakukan penawaran, angina topan itu menerjang gedung tempat Max berada. Jadilah mereka diselamatkan oleh angin topan dari cengkeraman Uber Direktur namun terjebak dalam pusaran angin sampai akhirnnya mereka berada dipusat angin dan selamat lahhh………

Sedangkan si Uber Direktur masih terputar-putar di angin topan namun dalam keadaan aman karena dipegangi oleh Gozen yang sangat berat. Max melihatnya, lalu dia menghancurkan Uber dengan menendangnya sehingga terlepas dari Gozen dan hancur berkeping-keping.

Tidak ada aksi yang memukau.. hanya begitu saja.

Untuk Maximum Ride #4 ini, saya hanya memberi 2 dari 5 bintang. Sorryyyyy……….

gambar dari sini

Advertisements

July 7, 2009

Maximum Ride: Saving the World and Other Extreme Sports

Posted in Gramedia Pustaka Utama at 9:59 am by anda07

Maximum Ride: Saving the World and Other Extreme Sports
(Menyelamatkan Dunia dan Olahraga Ekstrem Lainnya)
Maximum_Ride.Karya James Patterson
Diterjemahkan oleh Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008
Sebanyak 504 halaman

Masih ingat tentang Maximum Ride dan kelima saudaranya yang lain (Fang, Iggi, Nudge. Gazzy dan Angel)?? Kalo lupa, silakan lihat dan baca disini dan yang ini dulu 🙂

Di novel sebelumnya, Maximum Ride dan kelima saudaranya baru saja bebas dari kukungan markas besar Itex di Florida dan kembali memulai pelarian untuk: menghentikan Itex, Sekolah, Institut, dan semua orang yang terlibat dalam pemusnahan mereka.
Misi utama mereka adalah memusnahkan semua orang yang ingin menghancurkan mereka, ITEX…

Di buku terakhir dari Maximum Ride ini terdapat banyak hal seru dan kejutan yang tentu saja akan saya beritahukan disini, sedangkan cerita lengkapnya silakan baca sendiri hohohoho 😀
Yaitu;

  • Fang memiliki blog- sudah ada diceritakan di buku sebelumnya- yang ternyata dibaca oleh sekian juta anak di seluruh dunia yang akhirnya anak-anak ini lah yang membantu Max, Fang, Nudge, Iggy, Gazman, Angel dan Total dalam membasmi induk Itex dan cabang-cabangnya di seluruh dunia.
  • Para pemusnah ”dipensiunkan” dan digantikan oleh robot, yang disebut anak-anak sebagai Flyboy.
  • Ari masih hidup, namun dia lagi menunggu waktu untuk dipensiunkan.Berkat Ari, Max bebas dari penjara para ”jas putih” yang membuat kawanan ini terpisah menjadi 2 kelompok, yaitu: Fang+Iggy+Gazman dan Max+Nudge+Angel+Total+Ari.
  • Max dan kawanan mengetahui maksud dari Itex sesungguhnya; Program Bagi Dua/Re-evolusi yang berarti pengurangan populasi manusia di bumi dengan pemusnahan manusia tersebut paling tidak sampai setengahnya. Digawangi oleh seorang wanita –yang tadinya mengaku sebagai ibu nya Max, yang tentu saja bohong- yang bernama Marian Janssen yang ternyata juga seorang manusia cangkokan, bukan dengan gen burung seperti Max dkk tetapi dengan kura-kura Galapagos dan sekarang dia berumur 107 tahun.
  • Jeb adalah ayah biologisnya Max, jadi: Max dan Ari adalah saudara seayah. Namun ibu dari Ari adalah istrinya Jeb sedangkan ibu nya Max adalah seorang ilmuan juga-tadinya- yang menjadi seorang dokter hewan bernama dr. Valencia Martinez yang mempunyai seorang anak lagi bernama Ella. (dr. Martinez pernah bertemu dengan Max saat Max mengalami luka  baca buku sebelumnya)
  • Dan yang paling romantis adalah Max dan Fang saling mencintai. Ga mengejutkan sih tapi tetap saja hal ini menggembirakan 😀
  • Satu hal yang membuat saya menitikkan air mata adalah saat Ari meninggal, masa hidupnya sebagai manusia cangkokan habis. Bocah laki-laki berusia 7 tahun ini menutup mata dipangkuan Max, yang kemudian di ratapi oleh ayahnya, Jeb. Kasihan…. dia kan baik 😦 heuheuheuheu

Hal yang dapat diambil dalam novel Maximum Ride kali ini adalah bahwa blog bukan hanya berfungsi sebagai diary atau curhatan atau catatan harian saja tapi blog juga bisa digunakan untuk menolong orang lain dan untuk menyelamatkan dunia, seperti yang dilakukan oleh blog nya Fang.

Harga buku dan Gambar dari sini

Bad Men

Posted in Gramedia Pustaka Utama at 9:35 am by anda07

Bad Men (Orang-orang Jahat)
Bad_Men._Orang-Orang_Jahat Karya John Connolly
Dialih bahasakan oleh Barokah Ruziati
Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009
Sebanyak 496 halaman

Sebuah novel yang ceritanya cukup rumit, dengan alur maju mundur. Perlu konsentrasi dan pemahaman yang cukup untuk bisa mengaitkan cerita antar tokoh, antar peristiwa di tiap waktu dan tempat.
Sepertiga awal bagian cerita bagi saya cukup membingungkan, namun uniknya novel ini adalah saat membaca sepertiga bagian itu-bagaimana pun rumitnya dan bingungnya- membuat saya semakin penasaran ada apa sebenarnya dengan tokoh-tokohnya dan bagaimana akhir ceritanya. Ujung-ujungnya, novel ini serasa cerita horror, karena ada peran roh-roh penasaran didalamnya.
Yahhh… saya kasih 3 dari 5 bintang untuk novel ini.

Novel ini bercerita tentang sebuah pulau yang lokasinya berdekatan dengan Portland, Maine di Teluk Casco yang pada novel ini disebut sebagai Pulau Dutch atau pada tahun 1600-an disebut sebagai Suaka.
Sedikit tentang sejarah kehidupan dan tragedi di Suaka/Pulau Dutch yang menjadi dasar cerita di novel ini:

Sekitar tahun 1691, Pulau yang tadinya tidak berpenghuni didatangi oleh sekitar 30-an orang yang mengungsi ke pulau tersebut karena dampak peperangan, dan terus bertambah pada bulan-bulan berikutnya. Kemudian ada perilaku dari salah seorang pemukim bernama Bauer yang mulai aneh dan tidak bisa ditebak sehingga makin terasing dengan keluarga dan sering berada sendirian didalam hutan. Dia dituduh memperkosa istri salah seorang temannya sehingga dia diburu untuk ditangkap oleh suami wanita tersebut dan 3 orang pemukim lain. Saat Bauer minta perlindungan pada istrinya, istrinya malah mengadukannya pada lelaki penuduh itu. Bauer sempat ditangkap dan rantai pada tonggak kayu namun entah bagaimana dia berhasil lolos dan melarikan diri dari pulau, mencuri perahu dan menghilang.
Beberapa bulan kemudian, musim dingin 1693, dia datang membawa rombongan lelaki bersenjata dan Indian ke Suaka untuk memimpin pembantaian pemukim Suaka. Awal pembantaian adalah dengan pembunuhan terhadap seorang anak laki-laki-Robert Littlejohn– yang ditugaskan untuk memberi tanda apabila ada yang mencurigakan. Anak laki-laki ini dibunuh dengan digorok lehernya dan dibuang ke laut sebelum sempat memberi peringatan pada pemukim di Suaka.
Pembantaian, pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan terjadi. Banyak perempuan diserang, diikat, dan dilempar hidup-hidup ke tanah berlumpur sampai mereka tenggelam. Tidak ada perbedaan perlakuan baik terhadap orang dewasa laki-laki, perempuan atau pun anak-anak.
Belakangan, para pembunuh ini diburu untuk ditangkap, namun Bauer dan letnannya Barrone lolos dari penangkapan.
Setelah lebih dari 300 tahun kemudian, kisah ini bergema kembali. Pulau Dutch/Suaka memiliki caranya sendiri untuk melindungi diri. Roh-roh penghuni yang terbunuhlah yang menjaganya. Segala jenis kejahatan yang tidak tertangani polisi diselesaikan sendiri oleh ”penghuni” ini dengan cara yang aneh. Dari terbunuh karena kecelakaan tanpa sebab jelas sampai mati terperangkap dibawah akar pohon yang setelah divisum diperkirakan sudah mati selama lebih dari 3 tahun padahal kasusnya baru 1 tahun. Yahhh.. semacam itu lah..

Tokoh-tokoh dalam novel ini adalah:

  • Edward Moloch; pembunuh, perampok, penyiksa dan lain-lain kejahatan. Sempat ditangkap dan dipenjara selama 3 tahun sampai akhirnya kabur- dengan bantuan anak buahnya- dengan membunuh polisi yang mengawalnya mengikuti sidang hukuman matinya.
  • Marianne Elliot; istri Moloch yang mengadukan kejahatan Moloch ke polisi dan membawa kabur uang hasil curiannya Moloch.
  • Joe Dupree atau Joe si melankolis; anak dari Frank Dupree dan cucu dari Jerome Dupree-salah seorang keturunan dari pemburu yang memburu Bauer-, seorang polisi di Suaka yang juga merupakan pelindung segala rahasia pulau, berbadan besar dengan tinggi hampir 2,5 meter.
  • Sharone Macy; seorang polisi wanita muda yang tadinya bertugas di Portland lalu ditugaskan sebagai polisi pengganti di Suaka
  • Danny; anak Marianne dan Moloch
  • Willard, Dexter, Sheperd, Leonie, Tell, Powell, Braun; anak buah Moloch
  • Jack Giacomelli-si pelukis-, Larry Amerling-si pegawai kantor pos-; orang-orang tua yang lama tinggal di Pulau Dutch
  • Patricia, Bill Gaddis; kakak perempuan dan iparnya Marriane
  • Karen Meyer; pembuat data diri palsu-nya Marianne, tadinya salah satu kaki tangannya Moloch
  • Richie Claessen; anak idiot yang terbunuh pertama saat Moloch baru saja menjejakkan kaki di Pulau Dutch

Semua tokoh diatas diceritakan sejarahnya masing-masing. Terbayangkan bagaimana bingungnya menghubungkan antara sejarahnya dan bagaimana mereka satu sama lain bisa berkaitan?? 😀

Berikut saya review sedikit untuk Bad Men ini:

Selama dipenjara, Moloch mengalami mimpi-mimpi aneh yang seakan-akan dialah yang melakukan semua hal dalam mimpinya. Setiap hari mimpi berulang dan bertambah (–> belakangan cerita disiratkan bahwa Moloch adalah titisan dari Bauer). Sejak ditangkap, dipenjara, sampai dibebaskan oleh anak buahnya, di kepala Moloch hanyalah keinginan untuk balas dendam terhadap Marriane dan mengambil kembali uangnya. Sehingga, cerita yang terjadi setelah Moloch bebas adalah perjalanannya mencari Marianne.
Saat diketahui Marriane ada di Pulau Dutch, Moloch membawa teman-temannya kesana.

Beberapa waktu sebelum Moloch datang ke Pulau, Pulau Dutch sendiri mengalami perubahan. Seakan tahu sebentar lagi titisan dari pembunuh masa lalu pulau akan datang. Burung-burung tidak terlihat, jalan-jalan setapak ke arah hutan menutup dengan sendirinya dan tempat pemakaman korban pembunuhan masa lalu dipenuhi dengan ngengat-ngengat berwarna kelabu dengan bercak kuning (–> belakangan di cerita disiratkan bahwa ngengat-ngengat itu adalah jelmaan roh-roh penghuni yang telah dibantai dulu).

Moloch tiba di pulau, baru saja dia menjejakkan kaki di pantai, dia melihat Richie memergokinya, kemudian anak itu dibunuhnya dengan panah membuat Richie terjatuh ke laut dan meninggal. Dengan ini, sejarah pulau terulang, sama seperti kematian Robert Littlejohn (–> liat sejarah pulau di atas dan sepertinya Richie terkait dengan Robert Littlejohn). Dan saat itu juga, lampu listrik dipulau semuanya mati, saluran telpon dan radio terputus, baterai senter mati, mobil tidak bisa dijalankan. Pulau seperti ingin mengadakan pembalasan pada perusaknya (cerita seru ini terjadi diseperempat bagian akhir cerita, kita akan membaca cepat disini 🙂 )

Moloch terus mencari sampai bertemu dengan Marriane ( belakangan tersirat kalau Marriane adalah titisan dari istrinya Moloch) -yang sudah tau kalau Moloch mencarinya ke pulau- dan Danny yang berada di rumah Jack Giacomelli. Saat Moloch menyiksa Marriane didepan Danny dan Jack-yang tertembak oleh anak buah Moloch-, Joe dan Macy datang. Namun malang bagi Joe, dia terlalu lamban karena besar tubuhnya sehingga dia tertembak dan meninggal (ini cerita yang cukup menyedihkan bagi saya… tadinya harapan saya Joe dan Marianne akhirnya hidup bersama 😦 )
Setelah Joe tertembak, Moloch kabur ke hutan dikejar oleh Macy. Sebelum macy dapat menangkap Moloch, “penghuni pulau” sudah menemukan Moloch dan mengadilinya sendiri. (mengerikan nih kalau membayangkan cara “penghuni pulau” berwujud ngengat ini mengadili Moloch).

Ending ceritanya, Danny adalah penerus Joe Dupree. Kok bisa?? Yup, -si Joe dalam hal ini rohnya- berbicara dan bercerita -yang hanya bisa didengar oleh Danny- tentang sejarah dan kehidupan pulau seperti dulu Joe mendapat cerita itu dari ayahnya.

Gambar dan harga buku diambil dari sini

Bad Men (Orang-orang Jahat)

Karya John Connolly

Dialih bahasakan oleh Barokah Ruziati

Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009

Sebanyak 496 halaman

Sebuah novel yang ceritanya cukup rumit, dengan alur maju mundur. Perlu konsentrasi dan pemahaman yang cukup untuk bisa mengaitkan cerita antar tokoh, antar peristiwa di tiap waktu dan tempat.

Sepertiga awal bagian cerita bagi saya cukup membingungkan, namun uniknya novel ini adalah saat membaca sepertiga bagian itu-bagaimana pun rumitnya dan bingungnya- membuat saya semakin penasaran ada apa sebenarnya dengan tokoh-tokohnya dan bagaimana akhir ceritanya. Ujung-ujungnya, novel ini serasa cerita horror, karena ada peran roh-roh penasaran didalamnya.

Yahhh… saya kasih 3 dari 5 bintang untuk novel ini.

Novel ini bercerita tentang sebuah pulau yang lokasinya berdekatan dengan Portland, Maine di Teluk Casco yang pada novel ini disebut sebagai Pulau Dutch atau pada tahun 1600-an disebut sebagai Suaka.

Sedikit tentang sejarah kehidupan dan tragedi di Suaka/Pulau Dutch yang menjadi dasar cerita di novel ini:

Sekitar tahun 1691, Pulau yang tadinya tidak berpenghuni didatangi oleh sekitar 30-an orang yang mengungsi ke pulau tersebut karena dampak peperangan, dan terus bertambah pada bulan-bulan berikutnya. Kemudian ada perilaku dari salah seorang pemukim bernama Bauer yang mulai aneh dan tidak bisa ditebak sehingga makin terasing dengan keluarga dan sering berada sendirian didalam hutan. Dia dituduh memperkosa istri salah seorang temannya sehingga dia diburu untuk ditangkap oleh suami wanita tersebut dan 3 orang pemukim lain. Saat Bauer minta perlindungan pada istrinya, istrinya malah mengadukannya pada lelaki penuduh itu. Bauer sempat ditangkap dan rantai pada tonggak kayu namun entah bagaimana dia berhasil lolos dan melarikan diri dari pulau, mencuri perahu dan menghilang.

Beberapa bulan kemudian, musim dingin 1693, dia datang membawa rombongan lelaki bersenjata dan Indian ke Suaka untuk memimpin pembantaian pemukim Suaka. Awal pembantaian adalah dengan pembunuhan terhadap seorang anak laki-laki-Robert Littlejohn- yang ditugaskan untuk memberi tanda apabila ada yang mencurigakan. Anak laki-laki ini dibunuh dengan digorok lehernya dan dibuang ke laut sebelum sempat memberi peringatan pada pemukim di Suaka.

Pembantaian, pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan terjadi. Banyak perempuan diserang, diikat, dan dilempar hidup-hidup ke tanah berlumpur sampai mereka tenggelam. Tidak ada perbedaan perlakuan baik terhadap orang dewasa laki-laki, perempuan atau pun anak-anak.

Belakangan, para pembunuh ini diburu untuk ditangkap, namun Bauer dan letnannya Barrone lolos dari penangkapan.

Setelah lebih dari 300 tahun kemudian, kisah ini bergema kembali. Pulau Dutch/Suaka memiliki caranya sendiri untuk melindungi diri. Roh-roh penghuni yang terbunuhlah yang menjaganya. Segala jenis kejahatan yang tidak tertangani polisi diselesaikan sendiri oleh ”penghuni” ini dengan cara yang aneh. Dari terbunuh karena kecelakaan tanpa sebab jelas sampai mati terperangkap dibawah akar pohon yang setelah divisum diperkirakan sudah mati selama lebih dari 3 tahun padahal kasusnya baru 1 tahun. Yahhh.. semacam itu lah..

Tokoh-tokoh dalam novel ini adalah:

Edward Moloch; pembunuh, perampok, penyiksa dan lain-lain kejahatan. Sempat ditangkap dan dipenjara selama 3 tahun sampai akhirnya kabur- dengan bantuan anak buahnya- dengan membunuh polisi yang mengawalnya mengikuti sidang hukuman matinya.

Marianne Elliot; istri Moloch yang mengadukan kejahatan Moloch ke polisi dan membawa kabur uang hasil curiannya Moloch.

Joe Dupree atau Joe si melankolis; anak dari Frank Dupree dan cucu dari Jerome Dupree-salah seorang keturunan dari pemburu yang memburu Bauer-, seorang polisi di Suaka yang juga merupakan pelindung segala rahasia pulau, berbadan besar dengan tinggi hampir 2,5 meter.

Sharone Macy; seorang polisi wanita muda yang tadinya bertugas di Portland lalu ditugaskan sebagai polisi pengganti di Suaka

Danny; anak Marianne dan Moloch

Willard, Dexter, Sheperd, Leonie, Tell, Powell, Braun; anak buah Moloch

Jack Giacomelli-si pelukis-, Larry Amerling-si pegawai kantor pos-; orang-orang tua yang lama tinggal di Pulau Dutch

Patricia, Bill Gaddis; kakak perempuan dan iparnya Marriane

Karen meyer; pembuat data diri palsu-nya Marianne, tadinya salah satu kaki tangannya Moloch

Richie Claessen; anak idiot yang terbunuh pertama saat Moloch baru saja menjejakkan kaki di Pulau Dutch

Semua tokoh diatas diceritakan sejarahnya masing-masing. Terbayangkan bagaimana bingungnya menghubungkan antara sejarahnya dan bagaimana mereka satu sama lain bisa berkaitan?? 😀

Berikut saya review sedikit untuk Bad Men ini:

Selama dipenjara, Moloch mengalami mimpi-mimpi aneh yang seakan-akan dialah yang melakukan semua hal dalam mimpinya. Setiap hari mimpi berulang dan bertambah (à belakangan cerita disiratkan bahwa Moloch adalah titisan dari Bauer). Sejak ditangkap, dipenjara, sampai dibebaskan oleh anak buahnya, di kepala Moloch hanyalah keinginan untuk balas dendam terhadap Marriane dan mengambil kembali uangnya. Sehingga, cerita yang terjadi setelah Moloch bebas adalah perjalanannya mencari Marianne.

Saat diketahui Marriane ada di Pulau Dutch, Moloch membawa teman-temannya kesana.

Beberapa waktu sebelum Moloch datang ke Pulau, Pulau Dutch sendiri mengalami perubahan. Seakan tahu sebentar lagi titisan dari pembunuh masa lalu pulau akan datang. Burung-burung tidak terlihat, jalan-jalan setapak ke arah hutan menutup dengan sendirinya dan tempat pemakaman korban pembunuhan masa lalu dipenuhi dengan ngengat-ngengat berwarna kelabu dengan bercak kuning (à belakangan di cerita disiratkan bahwa ngengat-ngengat itu adalah jelmaan roh-roh penghuni yang telah dibantai dulu).

Moloch tiba di pulau, baru saja dia menjejakkan kaki di pantai, dia melihat Richie memergokinya, kemudian anak itu dibunuhnya dengan panah membuat Richie terjatuh ke laut dan meninggal. Dengan ini, sejarah pulau terulang, sama seperti kematian Robert Littlejohn (à liat sejarah pulau di atas dan sepertinya Richie terkait dengan Robert Littlejohn). Dan saat itu juga, lampu listrik dipulau semuanya mati, saluran telpon dan radio terputus, baterai senter mati, mobil tidak bisa dijalankan. Pulau seperti ingin mengadakan pembalasan pada perusaknya (cerita seru ini terjadi diseperempat bagian akhir cerita, kita akan membaca cepat disini 🙂 )

Moloch terus mencari sampai bertemu dengan Marriane (à belakangan tersirat kalau Marriane adalah titisan dari istrinya Moloch) -yang sudah tau kalau Moloch mencarinya ke pulau- dan Danny yang berada di rumah Jack Giacomelli. Saat Moloch menyiksa Marriane didepan Danny dan Jack-yang tertembak oleh anak buah Moloch-, Joe dan Macy datang. Namun malang bagi Joe, dia terlalu lamban karena besar tubuhnya sehingga dia tertembak dan meninggal (ini cerita yang cukup menyedihkan bagi saya… tadinya harapan saya Joe dan Marianne akhirnya hidup bersama 😦 )

Setelah Joe tertembak, Moloch kabur ke hutan dikejar oleh Macy. Sebelum macy dapat menangkap Moloch, “penghuni pulau” sudah menemukan Moloch dan mengadilinya sendiri. (mengerikan nih kalau membayangkan cara “penghuni pulau” berwujud ngengat ini mengadili Moloch).

Ending ceritanya, Danny adalah penerus Joe Dupree. Kok bisa?? Yup, -si Joe dalam hal ini rohnya- berbicara dan bercerita -yang hanya bisa didengar oleh Danny- tentang sejarah dan kehidupan pulau seperti dulu Joe mendapat cerita itu dari ayahnya.

Previous page · Next page